Tips Kesehatan
Tips Kesehatan: Manfaat Mengonsumsi Telur Rebus, Gizi yang Cukup hingga Bisa Kurangi Risiko Katarak
Telur merupakan salah satu makanan yang mudah dijumpai dan bisa diolah setiap saat.
Manfaat Mengonsumsi Telur Rebus, Mulai dari Gizi yang Cukup hingga Bisa Kurangi Risiko Katarak
TRIBUNPALU.COM - Telur merupakan salah satu makanan yang mudah dijumpai dan bisa diolah setiap saat.
Telur juga menjadi salah satu makanan yang harus digolongkan dalam jenis makanan super.
Hal ini dikarenakan telur mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Beberapa jenis nutrisinya sangat langka ditemui pada makanan yang lain.
Jika mengonsumsi telur sesuai dengan kebutuhan, maka akan dijumpai beberapa manfaat yang baik bagi tubuh.
Berikut ini TribunPalu informasikan manfaat mengonsumsi telur rebus yang dilansir dari laman Health Line.
1. Memiliki kandungan gizi yang banyak
Telur menjadi salah satu makanan yang memiliki kandungan gizi tertinggi di dunia.
Satu telur rebus besar mengandung 6 persen vitamin A, 5% folat, 7% vitamin B5, 9% vitamin B 12, 15% vitamin B2, 9% fosfor dan 22% selenium.
Tak hanya itu, telur juga mengandung vitamin D, vitamin E, vitamin K, vitamin B6, kalsium dan seng dalam jumlah yang layak.
Telur mengandung kalori sebanyak 77 kalori, 6 gram protein dan 5 gram lemak sehat.
Fakta yang ditemukan dalam sebuah penelitian, telur merupakan makanan yang sempurna.
Karena mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Apalagi jika mengonsumsi telur dari peternakan yang banyak mengandung omega-3 yang lebih tinggi dari kandungan nutrisi vitamin A dan E.
Baca juga: Bulog Siapkan 4 Ton Telur Ayam Penuhi Kebutuhan Idulfitri Dijual Rp 45 RIbu Per Rak
Baca juga: Hari Terakhir Pasar Murah, Emak-emak di Palu Berburu Telur Ayam

2. Tinggi Kolesterol
Meskipun telur rebus mengandung kolesterol yang tinggi, namun ini tidak mempengaruhi kolesterol dalam darah.
Dalam sebuah penelitian menunjukkan, apabila sebutir telur resbus yang mengandung 212 mg, memiliki lebih dari setengah asupan nutrisi harian yang telah direkomendasikan, yakni 300 mg.
Organ hati dalam tubuh merupakan salah satu penghasil kolesterol dalam jumlah besar.
Pada saat meningkatkan kadar kolesterol tubuh dengan mengonsumsi telur rebus, maka hati akan memproduksi kolesterol dalam jumlah kecil.
Meskipun memiliki manfaat demikian, setiap individu memiliki respon yang berbeda setelah mengonsumsi telur.
Pada 70% orang, telur tidak meningkatkan kolesterol sama sekali.
Namun untuk 30% lainnya, telur sedikit dapat meningkatkan kolesterol total.
Bagi penderita kelainan genetik seperti hiperkolesterolemia familial atau varian gen yang disebut ApoE4, disarankan untuk membatasi atau menghindari telur.
Baca juga: 7 Tahun Tinggal di Kadang Bersama Ayam, Pasutri: Sejak Menikah Kami Tidur, Makan & Masak di Sini
3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Pada umumnya, kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) dikenal sebagai koleterol jahat dalam tubuh.
Sudah diketahui bahwa memiliki kadar LDL yang tinggi terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Namun banyak orang yang belum mengetahui secara pasti, bahwa LDL terbagi menjadi beberapa subtipe berdasarkan ukuran partikelnya.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang sebagian besar memiliki partikel LDL yang kecil memang padat memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi daripada orang yang memiliki sebagian besar partikel LDL yang besar.
Sehingga jika mengonsumsi telur rebus dalam jumlah yang wajar, cenderung sedikit meningkatkan kolesterol LDL pada beberapa orang.
Penelitian menunjukkan bahwa partikel berubah dari LDL kecil, padat menjadi besar.
Jadi partikel besar ini justru bisa mengurangi risiko penyakit jantung.
Baca juga: Aneka Resep Opor Ayam Lebaran Idulfitri 2021: Opor Ayam Kuning, hingga Opor Ayam Gurih Kelapa
4. Mengandung Lutein dan Zeaxanthin
Keduanya merupakan jenis dari antioksidan yang memiliki manfaat untuk kesehatan mata yang memburuk lantaran usia.
Kedua antioksidan ini menumpuk di retina mata dan bisa mencegah beberapa proses degeneratif yang bisa mempengaruhi mata.
Dalam sebuah penelitian, mengonsumsi telur dengan jumlah yang cukup bisa mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula.
Kedua zat ini akan ditemui dalam jumlah yang lebih besar pada kuning telur.
Sebuah studi menunjukkan hasil bahwa mengonsumsi 1 hingga 3 kuning telur dalam satu bulan bisa meningkatkan kadar lutein sebesar 18 hingga 50 persen.
Kadar zeaxanthin dalam tubuh juga akan bertambah sekitar 114 hingga 142 persen.
Vitamin A yang terkandung dalam telur rebus juga bisa mengurangi risiko gangguan kebutaan.

Baca juga: Kumpulan Menu Sajian Lebaran Praktis dan Enak, dari Resep Opor Ayam hingga Rendang Sapi
Baca juga: Resep Bumbu Opor Ayam dan Cara Memasak Opor Ayam untuk Hidangan Lebaran Idulfitri 2021
Porsi Ideal Mengonsumsi Telur
Telur mengandung kolesterol 180 miligram.
Demi kesehatan, batasi asupan kolesterol makanan maksimal 300 miligram setiap hari.
Sedangkan bagi penderita penyakit jantung, diabetes tipe 2, atau penderita kolesterol tinggi, batasan asupan kolesterol harian sebesar 200 miligram setiap hari..
American Heart Association merekomendasikan Anda boleh makan satu butir telur setiap hari atau tujuh telur per minggu.
Pertimbangkan juga cara memasak telur yang sehat agar kolesterol tetap terjaga, misalkan pilih telur rebus ketimbang telur ceplok.
Imbangi juga sajian telur dengan tambahan sayuran agar lebih sehat.
Selain itu, perhatikan sajian menu lain yang dibuat dengan telur.
Misalkan gorengan, roti, salad, bakso dan sebagainya.
Jika Anda memiliki penyakit jantung, kolesterol tinggi, atau diabetes tipe 2, kurangi asupan makanan hewani tinggi lemak jenuh saat sudah mengonsumsi telur.
(TribunPalu.com/Hakim)