Jumat, 24 April 2026

Banggai Hari Ini

VIDEO: Ini Strategi Satgas Covid-19 Banggai Mengantisipasi Corona Varian Delta

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya pekerja luar daerah.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya pekerja luar daerah.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya varian baru COVID-19 yang disebut varian delta.

Di Kabupaten Banggai sendiri, hampir setiap dua pekan terjadi pertukaran tenaga kerja di setiap perusahaan Migas, sehingga dikhawatirkan bisa membawa virus varian baru yang diduga berasal dari India tersebut.

Meski begitu, juru bicara Satgas COVID-19 Banggai, Nurmasita Datu Adam, meminta masyarakat perlu khawatir tetapi harus waspada.

"Memang belum ada varian baru di Banggai, dan semoga tidak ada. Tapi masyarakat harus tetap waspada dengan tetap mentaati protokol kesehatan," kata Nurmasita kepada TribunPalu.com, pada Jumat (18/6/2021) sore.

Baca juga: Pemerintah Bakal Tertibkan Parkir Liar di Jl Suharso, Pasca Pemberlakuan Lalulintas 2 Arah

Baca juga: LPSK-Pemprov Sulteng Gagas Program Pemulihan Korban Poso

Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja luar daerah wajib melakukan tes PCR setiap bulan, dan hasilnya dilaporkan ke Satgas COVID-19 untuk dimonitoring.

Selama ini, kata dia, penanganan COVID-19 di Kabupaten Banggai dengan cara memperketat tracing, begitupun dengan upaya deteksi dini atau testing, serta pasien terkonfirmasi positif yang menjalani isolasi mandiri harus benar-benar mendapat pengawasan ketat.

"Kalau kita tracing satu kasus terkonfirmasi positif, lalu kontaknya ada 15 orang, maka 15 orang itu harus dievaluasi selama 5 hari. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan TCM atau PCR untuk memastikan mereka benar-benar negatif meskipun sebelumnya hasil rapidtest nonreaktif,” papar Nurmasita.

Di Kabupaten Banggai penyebaran COVID-19 sudah transmisi lokal, sehingga upaya penanganan dan pencegahan penyebarannya dengan cara tracing dan testing, serta bila ada yang terkonfirmasi positif maka dilakukan treatment atau perawatan.

Data saat ini, Kabupaten Banggai berstatus zona orange, namun Nurmasita berharap masyarakat tidak terlena dan tetap waspada.

"Yang paling penting adalah patuh dan taat potokol kesehatan," kata Nurmasita.

Baca juga: Diduga Beri Uang Ratusan Juta untuk KKB,Ketua DPRD Tolikara Akhirnya Buka Suara, Singgung Soal Bukti

Baca juga: 2 Polisi Tersangka Penembakan Pengawal Rizieq Shihab Masih Berstatus Polri, Bebas Masuk Kantor

Sementara itu, aparat gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Banggai terus melalukan operasi yustisi hingga ke pelosok daerah.

Bahkan, para pelanggar protokol kesehatan diberikan sanksi sosial, salah satunya adalah memungut sampah di lokasi operasi.

Kapolres Banggai AKBP Satria Adrie Vibrianto sangat mengharapkan partisipasi masyarakat agar varian baru COVID-19 tidak masuk di daerah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved