Breaking News:

Teroris MIT Poso

Anggota DPRD Poso: Tak Ada Masyarakat Menyebut Teroris MIT Poso Dipelihara Negara

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Poso Muhammad Yusuf membantah adanya isu MIT dipelihara oleh negara. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Anggota DPRD Kabupaten Poso Muhammad Yusuf 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Poso Muhammad Yusuf membantah adanya isu bahwa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dipelihara oleh negara. 

Ia mengaku tidak pernah mendengar ada masyarakat di wilayahnya menganggap aksi teror MIT di Poso merupakan rekayasa aparat hukum. 

"Memang biasa terdengar bahwa teroris ini terkesan dipelihara. Tetapi ungkapan itu multi tafsir. Sampai saat ini saya belum pernah mendengar ada masyarakat secara khusus menyebut kelompok MIT dipelihara oleh kapolda," ungkap Yusuf, Jumat (25/6/2021). 

Kendati demikian, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyayangkan aparat TNI-Polri hingga kini belum dapat menuntaskan kasus teror MIT di Bumi Sintuwu Maroso. 

Baca juga: Semua DPC se Sulteng Memilih, Anwar Hafid Jadi Calon Tunggal Ketua Partai Demokrat Sulteng

Baca juga: Sejak 2016 Hingga 2020, Ini Prestasi Untuk Indikator Pembangunan Kabupaten Sigi

Dalam memburu kelompok teroris tersebut, setidaknya sudah tiga kali operasi aparat TNI-Polri berganti sandi. 

Mulai dari Operasi Camar Maleo 2015, Operasi Tinombala 2016 dan Operasi Madago Raya 2021.

Namun, kelompok MIT pimpinan Ali Kalora itu masih terus meneror dan membantai warga sipil.

"Sudah bertahun-tahun kasus teror di Poso belum terselesaikan. Masa sih dengan semua kecanggihan peralatan dan besarnya jumlah personil TNI-Polri belum dapat membekuk sisa-sisa kelompok MIT," kata Yusuf. 

"Saya merasa isu teroris dipelihara ini sebagai tanda kegelisahan masyarakat. Terlepas dari itu, saya harap TNI-Polri segera mengakhiri persoalan ini ketimbang harus menanggapi isu-isu negatif yang beredar," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved