Breaking News:

Tips Bisnis

Tak Selalu di Instagram Reels, Perhatikan Hal-hal Berikut Ini untuk Memilih Konten Jualan Terbaik

Ternyata, reels bukan selalu menjadi konten terbaik Instagram untuk mendapatkan reach tinggi. Simak penjelasan berikut ini.

Penulis: Rahman Hakim | Editor: Isti Prasetya
Forbes.com
Ketahui konten terbaik untuk berjualan di Instagram 

Setiap audiens memiliki keinginan untuk melihat konten berdasarkan karakter yang mereka sukai.

Ada audiens yang menyukai konten jualan dengan gaya tulisan carousel yang menarik, namun ada juga yang memilih melihat video pendek.

"Ada orang yang disukai karena pinter nulis carousel kayak @andrewnulis. Ada juga penyampaian videonya yang khas seperti ci @niaghania," jelasnya dalam memberikan contoh.

Ia mengimbau untuk memulai membuat konten jualans esuai dnegan apa yang disukai saja, dan hindari sesuatu yang bersifat memaksa.

"Jadi jangan memaksakan diri karena format konten yang populer nggak sesuai dengan skillmu. Mulai dari yang kamu bisa, tiap orang berbeda-beda," sambungnya.

Instagram merupakan salah satu media sosial yang memiliki jumlah pengguna terbanyak di dunia.
Instagram merupakan salah satu media sosial yang memiliki jumlah pengguna terbanyak di dunia. (Kompas Techno)

Baca juga: Tips Instagram: Apa Itu Reels? Fitur Baru untuk Unggah Video Layaknya TikTok

4. Berdasarkan isi konten

Victoria mengatakan jika yang paling utama dalam sebuah konten jualan di Instagram ialah isi konten tersebut.

Karena akan tak berguna apabila membuat konten yang sedang viral, namun isinya tidka menarik.

"Pakai format konten yang lagi ramepun percuma kalau isi kontennya nggak menarik," kata Victoria Wong.

Ia menambahkan jika ide dan cara menyusun konten menjadi hal yang terpenting.

Misalnya saja memikirkan judul atau headline yang baik agar konten jualan Anda bisa menarik perhatian audiens.

"Buat paham gimana ketemu ide konten dan cara susunannya, kayak isi dan headline. Supaya kontenmu bisa menarik orang kepoin dam follow akunmu," tandasnya.

Cara Menentukan Target Market

Dikutip dari laman Kompas.com, target market adalah aktivitas memilih dan menilai suatu segmen pasar yang akan dilewati sebuah perusahaan.

Targeting ini bertujuan untuk mempermudah mencapai segmen pasar yang diinginkan, sehingga produk Anda akan lebih mudah ditemukan oleh orang lain.

Pemilihan target market dalam berbisnis online tidak bisa dilakukan dnegan sembarangan.

Dalam sebuah buku yang berjudul "Marketing Plan dan Bisnis (2017" karya Titik Wijayanti yang diwartakan Kompas.com, targeting merupakan salah satu acuan utama untuk menentukan strategi positioning.

Sementara itu dalam artikel lain yang dipublikasi oleh Kompas.com, penulis buku bertajuk "Pemasaran Strategik (2012)" Fandy Tjiptono dan Gregorius Chandra mengatakan terdapat 5 cara untuk menentukan target market.

Baca juga: Tips Jualan Online di Instagram: Buat Judul Slide Carousel Lebih Menarik, Produk Makin Laris Manis

Berikut ini TribunPalu informasikan cara untuk menentukan target market:

1. Single Segmen Concetration, yaitu proses di mana perusahaan memilih sebuah target yang diikuti dengan pertimbangan lain.

Misalnya, keterbatasan dana yang dimiliki perusahaan, peluang pada segmen yang bersangkutan masih besar, dan sebagainya.

2. Selective specialization, yaitu pemilihan target market yang dilakukaan oleh perusahaan agar sesuai dengan tujuan dan sumber daya yang dimiliki.

3. Market specialization, yaitu perusahaan melakukan spesialisasi demi melayani berbagai kebutuhan dari suatu target pasar tertentu.

4. Product specialization, yaitu proses pemusatan produk atau jasa yang akan dijual kepada target market.

5. Full market coverage, yaitu pelayanan sebuah perusahaan kepada kelompok tertentu dan biasanya dilakukan oleh perusahaan besar dengan sumber daya yang besar pula.

(TribunPalu.com/Hakim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved