Banggai Hari Ini
Draiv Pesaing Lokal Gojek dan Grab, Ojol Ala Luwuk Banggai Mulai Rambah Sulawesi
Dari kota kecil di ujung Timur Sulawesi Tengah, Draiv merambah ke sejumlah kabupaten/kota di Indonesia.
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Setiap bulan, kata Ishak, pihaknya mendata masjid yang sedang dibangun.
"Lalu dilibatkan customer untuk membantu proses pembangunan. customer yang pengen niat sedekah," tuturnya.
Selain masjid, terdapat pilihan sumbangan untuk panti asuhan dan masyarakat yang kekurangan biaya untuk pengobatan.
"Tapi lebih banyak masjid. Sumbangan dalam bentuk tunai, kadang Rp 2 juta per bulan, kadang juga Rp 3 juta per bulan," jelas Ishak.
Saat ini, tercatat ada 25 ribu akun yang sudah mendownload aplikasi Draiv. Visitor bisa mencapai 2 ribu per hari.
Owner Waroeng Bang Alex, Yanto L Balubi mengaku omsetnya meningkat setelah bermitra dengan Draiv.
"Sebelumnya omset hanya Rp 20 juta per bulan. Setelah pakai Draiv naik sampai 300 persen," kata dia.
Rata-rata langganannya dari perkantoran, seperti Bank pemerintahan.
Waroeng Bang Alex terletak di Jl Flamboyan, Kelurahan Hanga-hanga, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai.
Ada 109 menu makanan dan 21 jenis minuman yang tersedia di aplikasi Draiv.
"Dulu nasi bakar, sekarang berkembang jadi chinese food," kata Yanto.
Terpisah, wartawan media ini bersama dua rekan lain memencet aplikasi pesan antar; Draiv.
Setelah memilih menu, jatuhlah pada pisang goreng.
Dari menu pesan, seorang pengemudi menyapa.
“Sesuai aplikasi?” katanya memastikan alamat pesanan yang akan diantar.