Idul Adha di Sulteng
Jelang Idul Adha, Harga Sapi Kurban di Palu Naik Hingga 2 Jutaan
Harga sapi kurban menjelang hari raya Idul Adha 1442 Hijriah di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami kenaikan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha
TRIBUNPALU.COM, PALU - Harga sapi kurban menjelang hari raya Idul Adha 1442 Hijriah di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami kenaikan.
Hal itu diungkapkan Julkifli, salah satu pedagang di pasar hewan Jl Pipa Air, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.
Ia mengatakan, kenaikan harga sapi saat pandemi berkisar Rp 2 jutaan.
"Sebelumnya misal di jual dengan harga Rp 10 juta kini menjadi Rp 12 juta," kata Julkifli, Sabtu (17/7/2021).
"Sapi kurban yang dijual dengan harga 12 juta itu ukuran sedang tapi berisi, kalau ukuran agak besar berkisar 20 hingga 21 juta perekornya. Paling besar itu baru berisi juga," sambungnya.
Baca juga: Sebut MIT Poso Ancam NKRI, Pengamat: TNI Harus Ambil Alih
Baca juga: Tips Mudah agar Daging Kurban Idul Adha Empuk, Lengkap dengan Resep Bikin Sate Kambing
Julkifli juga mengatakan walaupun ada kenaikan harga, tetapi beberapa hari jelang lebaran pembeli justru ramai berdatangan.
"Kami di sini sudah sebulan lalu menyiapkan sapi untuk dijual, seminggu sebelum lebaran sunyi pembeli, tapi alhamdulilah dekat lebaran ini sudah banyak yang datang ke sini, ada yang datang tanya harga ada juga yang beli," ungkapnya.
Baca juga: Jokowi Kecewa, Para Menteri Pergi ke Luar Negeri di Tengah Lonjakan Kasus COVID-19
Ia menuturkan, kenaikan harga sapi qurban itu disebabkan beberapa hal antara lain karena didatangkan dari luar Kota Palu.
"Rata-rata sapi kurban yang dijual ini dari luar wilayah Kota Palu. Misalnya dari Panti Timur, Parigi Moutong, Gorontalo, Luwuk hingga Provinsi Sulawesi Barat.
"Naik harganya itu karena kami perhitungkan biaya perjalanan dengan biaya rawatnya sapi juga," tutup Julkifli. (*)