Menko Polhukam Sebut Vaksin Berbayar Ide Swasta, Ferdinand: Makanya Jangan Malah Nonton Sinetron
Cuitan Menko Polhukam Mahfud MD di media sosial Twitter kembali menuai sorotan tajam.
Muncul ide dari swasta yg akan membelikan utk karyawannya dan menyelenggarakan vaksinasi sendiri.
@mohmahfudmd: Idenya Swasta akan memvaksinasi dan mencetak vaksinator sendiri agar industri dan sektor2 esensial bs bekerja.
Pelaksanaannya tdk menggunakan APBN dan vaksin Pemerintah. Tp timbul reaksi penolakan yg keras. Menampung aspirasi itu, Presiden melarang program vaksinasi berbayar.
@mohmahfudmd: Utk mencapai 70 jt tervaksin September ini, Pemerintah akan melatih ratusan ribu bidan dan mhs kedokteran sbg vaksinator. Tp itu tak mudah.
Menyuntikkan vaksin itu tak cukup 5 menit perorang. Yg akan divaksin hrs dicek dulu tensi dan kimia darahnya agar agar bisa menerima vaksin.
Mahfud Diminta Jangan Banyak Nonton Sinetron
Cuitan Mahfud MD itu langsung dikomentari politisi Ferdinan Hutahaean.
Dia meminta Mahfud MD jangan banyak menonton sinetron.
Seperti diketahui, sebelumnya Mahfud MD mencuit bahwa PPKM memberi kesempatan kepada dirinya nonton sinetron Ikatan Cinta yang ditayangkan televisi RCTI.
Sinetron Ikatan Cinta adalah salah satu sinetron yang memiliki rating tertinggi.
"PPKM memberi kesempatan kpd sy nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik jg sih, meski agak muter-muter. Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas," kata Mahfud MD.
Saat ini, Ferdinand pun mengaitkan komentar Mahfud soal vaksin gratis dengan aksinya menonton sinetron.
"Makanya jgn malah nonton sinetron pak. Coba bikin skema dan kebijakan nyata bgmn Kemenkopolhukam mampu menyiapkan Relawan tenaga vaksinator, melatih mereka handal dlm waktu singkat," kata Ferdinand.
Jokowi Batalkan Vaksinasi Berbayar
Presiden Joko Widodo mengambil keputusan untuk membatalkan vaksinasi berbayar bagi individu.