Pemerintah Jaga Pasokan Oksigen Pasca PPKM Level 4 Diperpanjang, Termasuk di Sulteng
Kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dibeberapa daerah, mulai 2 Agustus 2021 sampai dengan 9 Agustus 2021
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dibeberapa daerah, mulai 2 Agustus 2021 sampai dengan 9 Agustus 2021.
Pemerintah melakukan perbaikan dari beberapa indikator, terkait dengan perkembangan kasus fluktuatif Covid-19.
Itu dalam mendorong upaya prabaikan, antara lain kebijakan diambil yaitu dari tingkat hulu hingga ke hilir.
Seperti ditingkat hilir, pemerintah berupaya menjaga tingkat Bed Occupancy Rate (Bor), dan kapasitas tempat tidur, dan disipakan fasilitas isolasi terpusat.
Selain itu, menjaga ketersediaan obat-obatan dan pasokan oksigen medis untuk Cluster di luar pulau Jawa.
Dari pabrikan yang ada di Medan, Palembang, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, kemudian Sulawesi Tengah (Sulteng).
Baca juga: Sulteng Fokus 18 Cabor dan Utus 60 Atlet di PON Papua
Baca juga: Wali Kota Palu Melayat ke Rumah Duka Habib Saggaf
Kemudian di Maluku Utara serta di Papua juga akan dipersiapkan, untuk menyeimbangkan pasokan dari Jawa untuk keluar daerah Jawa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ditambah lagi kebijakan kemudahan untuk inport ke daerah perbatasan, seperti di Kalimantan Barat.
"Selain itu kami juga menekankan arahan bapak presiden tentang penerapan 3M, 3T dan vaksinasi, ini adalah hal yang terus dilakukan dan diprioritaskan di daerah-daerah tersebut," ujar Airlangga Hartarto dalam jumpa persnya disiarkan di Youtube, dikutip TribunPalu.com, Selasa (3/8/2021).
Ia juga mengatakan, tentunya juga dengan membutuhkan kerjasama baik itu dengan TNI-Polri, gubernur, bupati wali kota dan serta jajarannya.
Dan dengan bantuan dari kedisiplinan serta kegiatan social responsibility dari masyarakat sendiri.
"Juga kerjasama dengan pihak-pihak yang membantu, termasuk dari swasta kami dorong untuk bersama-sama menangani pandemi ini," kata Airlangga Hartarto.
Baca juga: Hindari Beberapa Makanan Berikut agar Tidak Mengalami Susah Tidur
Baca juga: Jalan Sekitar Rumah Habib Saggaf Tutup, Pelayat Terus Berdatangan
Pemerintah terus mengembangkan dan mempertimbangkan aspek kesehatan dalam pengambilan Covid-19.
Termasuk aspek sosial, dan ekonomi, untuk mengurangi beban masyarakat.
Kemudian, pemerintah juga mendorong percepatan penyaluran bantuan sosial.
"Termasuk bantuan UMK dan PKL warung, ini sedang difinalisasi dan diharapkan ini sudah bisa langsung di jalankan melalui TNI dan Polri," kata Airlangga Hartarto.
Selain itu, untuk tingkat hulu pemerintah melakukan peningkatan testing untuk mencapai target minimal testing perhari.
Dan sudah didorong melalui instruksi Mendagri, beberapa daerah testingnya cukup memenuhi target.
"Artinya masih berapa persen terjadi kenaikan keseluruhanya sebesar 50 persen secara rata-rata," ujar Airlangga Hartarto.
"Tertinggi di kota Tarakan sudah 78,5 persen dari instruksi Mendagri terkait target testing harian, kota Jayapura 73,1 persen, kota Pekanbaru 67,9 persen dan Makassar 62,2 persen," katanya menambahkan.
Kemudian peningkatan traching oleh traiser, juga dipersiapkan yang terkait dengan digital preesing, dan didorong untuk penggunaan masker dan target vaksinasi daerah.
Seperti dibeberapa daerah di luar pulau jawa, presentasinya sudah juga di atas nasional.
Seperti di Kota Medan sudah 33,39%, Makassar 39,41 persen, Banjarmasin 26,9 persen, Pekan Baru 42 persen, kemudian kota Banjarbaru 27 persen.
"Jayapura 41,62 persen, dan di Kepri juga sudah tinggi di atas 60%," ungkap Airlangga Hartarto. (*)