Habib Saggaf Tutup Usia

Rektor UIN Datokarama Mengenang Habib Saggaf: Garda Terdepan Perangi Paham Radikal

Suasana duka masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) masih terasa pasca wafatnya Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri. 

Editor: Haqir Muhakir
handover
Rektor UIN Datokarama Prof Sagaf S Pettalongi 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Suasana duka masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) masih terasa pasca wafatnya Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri

Tak terkecuali bagi civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama. 

Di mata Rektor UIN Datokarama Prof Sagaf S Pettalongi, Almarhum Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri memiliki jasa sangat besar dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan agama Islam Alkhairaat. 

"Jasa beliau sangat besar terutama di bidang pendidikan agama Islam. Berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (Unisa) menjadi salah satu bukti kegigihan almarhum," ujarnya, Kamis (5/8/2021) siang.

Saat mendengar kabar Habib Saggaf wafat, Selasa (3/8/2021), hari itu juga Prof Sagaf langsung melayat ke rumah duka bersama Gubernur Sulteng Rusdy Mastura. 

Baca juga: Morut Terapkan PPKM Level 4, Kapolres dan Bupati Tinjau Perbatasan Sulteng-Sulsel

Baca juga: Hadianto Minta Pemkot Gencarkan Tracing di Lorong-lorong

Sebagai Abnaul Khairaat, ia mengenal Habib Saggaf sebagai sosok guru yang sangat dekat dengan murid-muridnya. 

Tak jarang, cucu dari pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri itu meluangkan waktu mendengar curhatan hati dari para Abnaul Khairaat. 

"Kami Abnaul Khairaat sangat menghormati dan mencintai beliau. Beliau memiliki faham dan pemikiran yang sangat moderat," kata Prof Sagaf. 

Prof Sagaf memiliki kesan mendalam terhadap ulama besar kelahiran Pekalongan,17 Agustus 1937 itu. 

Selama memimpin Alkhairaat, Almarhum Habib Saggaf selalu menanamkan nilai-nilai toleransi kepada masyarakat di wilayahnya. 

"Alkhairaat di kepemimpinan beliau menjadi garda terdepan dalam menjaga faham dan gerakan radikal di negara ini, khususnya kawasan Indonesia Timur. Kita sangat kehilangan tokoh dan figur panutan di Sulawesi Tengah," ucap Prof Sagaf.

Hal ini senada dengan ungkapan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat menghadiri Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 18 Segera Buka, Update Data Dirimu di www.prakerja.go.id

Baca juga: Kapan Puasa Tasua dan Asyura Dilaksanakan?Ini Waktu & Niat Puasa Tasua & Asyura di Bulan Muharram

Kala itu, Tito masih menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). 

Sebagai pucuk pimpinan di tubuh Polri, Tito bertugas untuk menangani kasus teror kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved