Virus Corona di Sulteng

7 Anggota Dewan Pernah Terpapar, 1 Staf Meninggal, DPRD Sulteng Tutup Sementara Selama Sepekan

Penutupan terhitung dari hari ini, Kamis (12/8/2021) hingga Kamis (19/8/2021), karena adanya sejumlah staf terpapar Covid-19.

Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/UNDINK
Kantor DPRD Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, tutup sementara selama sepekan. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kantor DPRD Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, tutup sementara selama sepekan.

Penutupan terhitung dari hari ini, Kamis (12/8/2021) hingga Rabu (18/8/2021).

Kabar itu dibenarkan Wakil Ketua DPRD Sulteng Muharram Nurdin.

“Ya tutup mulai hari ini. Karena ada beberapa staf terpapar covid 19 oleh karena itu kantor dan ruangan perlu disterilisasi dengan penyomprotan disinfektan,” kata Muharram Nurdin via WhatsApp, Kamis (12/8/2021).

Informasi dihimpun TribunPalu.com, penutupan sementara itu sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid-19 setelah satu pegawai DPRD Sulteng meninggal dunia karena terinfeksi.

Selain itu, anggota keluarga pegawai DPRD Sulteng juga dikabarkan meninggal dunia karena terpapar COVID-19.

DPRD Sulteng kemudian melakukan pelacakan di internalnya dan mencatat 13 pegawai memiliki kondisi kesehatan tidak baik.

Baca juga: Rusdi Mastura Minta Kades Gunakan 8 Persen Dana Desa untuk Penanganan Covid-19

Kabag Persidangan DPRD Sulteng Wahid Irawan mengatakan, pengetatan di lingkup kerjanya itu untuk menghidari penyebaran COVID-19 di lingkup kerja DPRD.

“Rencananya Jumat besok, setiap ruang kerja DPRD Sulteng akan disemprot disinfektan,” kata Wahid.

Dia menjelaskan, DPRD Sulteng selama pengetatan tidak terbuka untuk umum.

Selain itu, hanya 20 staf hingga 30 staf saja yang boleh berada di DPRD Sulteng.

“Ada 500 staf di sini. Dan kami berikan sanksi bagi pegawai yang datang ke DPRD namun tidak memiliki pekerjaan,” ucap Wahid mengutip permintaan Sekwan DPRD Sulteng Tuty Zafriana.

Baca juga: DPRD Sigi Minta Satgas Covid-19 Perketat Pengawasan Pasien Isoman

“Kami meminta maaf kepada masyarakat Sulteng, karena untuk sementara kami akan melakukan pengetatan terhadap tamu, staf dan anggota dewan,” tuturnya menambahkan.

Kendati ditutup, kata Wahid, seluruh agenda persidangan DPRD Sulteng tetap berlangsung namun secara online.

Selama pandemi COVID-19, tercatat tujuh anggota DPRD Sulteng pernah terpapar Covid-19, satu di antaranya Meninggal Dunia.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved