Breaking News:

Kenali 9 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Simak Efikasi dan Efek Samping 9 Vaksin Covid-19

Daftar vaksin yang beredar di Indonesia lengkap dengan tingkat efikasi dan KIPI yang umum dirasakan, mulai sinovac hingga Asterazeneca.

Editor: Imam Saputro
tribunnews.com
ilustrasi Vaksin AstraZeneca digunakan untuk vaksinasi Covid-19 

TRIBUNPALU.COM - Daftar vaksin yang beredar di Indonesia lengkap dengan tingkat efikasi dan KIPI yang umum dirasakan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan 9 Izin Penggunaan Darurat/Emergency Use Authorization untuk vaksin Covid-19 di Indonesia.

Adapun yang terakhir pada 7 September 2021, yakni Vaksin Janssen dan Vaksin Convidecia. 

Berikut ini efikasi dan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari 9 vaksin tersebut:

1. Vaksin CoronaVac (Sinovac)

Vaksin Sinovac adalah vaksin Covid-19 pertama di Indonesia yang mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM.

Melansir laman BPOM, 11 Januari 2021, Kepala Badan POM Penny K Lukito menjelaskan hasil analisis uji klinik menunjukkan efikasi vaksin CoronaVac di Bandung sebesar 65,3%, di Turki 91,25%, serta di Brazil 78%.

Pada uji klinik fase 3 di Bandung, data imunogenisitas menunjukkan hasil yang baik.

Jumlah subjek yang memiliki antibody untuk melawan virus tersebut yaitu 99,74% setelah 14 hari penyuntikan dan 99,23% setelah 3 bulan.

Sementara itu, efek samping vaksin ini hanya bersifat ringan berupa nyeri, iritasi dan sedang berupa pembengkakan sistemik, nyeri otot, demam dan gangguan sakit kepala. Efek samping tersebut tidak berbahaya dan dapat pulih kembali menurut kepala BPOM.

2. Vaksin Bio Farma

Vaksin dari Bio Farma ini disuntikkan ke dalam otot lengan atas (intramuskular) sebanyak 0,5 ml dalam dua dosis dengan selang waktu 14 hari untuk vaksinasi pada situasi darurat pandemi atau selang waktu 28 hari untuk vaksinasi rutin.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved