Ali Kalora Tewas

Rektor UIN Datokarama Palu Ajak Semua Pihak Dukung TNI-Polri Berantas Terorisme

Dukungan itu sebagai upaya penindakan pemberantasan aksi Terorisme yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM
Rektor UIN Datokarama Prof Sagaf S Pettalongi 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU  - Pascatewasnya pimpinan MIT Poso Ali Kalora, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi mengajak semua pihak untuk mendukung penuh langkah TNI-Polri.

Dukungan itu sebagai upaya penindakan pemberantasan aksi Terorisme yang terjadi di Sulawesi Tengah.

"Radikalisme dan terorisme menjadi musuh bersama karena memberikan ancaman nyata terhadap keutuhan negara, maka semua pihak wajib mendukung penuh upaya penindakan yang dilakukan oleh TNI dan Polri dalam memberantas kelompok terorisme di Sulteng ," ungkap Rektor UiN Datokarama Palu, Prof Sagaf S Pettalongi, Senin (20/9/2021).

Prof Sagaf mengatakan, keberhasilan TNI-Polri melalui Satgas Madago Raya dengan menewaskan Pimpinan Teroris Poso Ali Kalora dan satu anggotanya Jaka Ramadhan, sebagai bentuk komitmen dan keberpihakan negara kepada masyarakat.

"Negara berkewajiban memberikan rasa aman, nyaman dan tentram kepada masyarakat dari segala bentuk ancaman. Maka langkah TNI Polri harus didukung oleh semua pihak, untuk mewujudkan keamanan dan peningkatan kualiatas situasi kamtibmas," ujar Rektor UIN Datokarama Palu itu.

Baca juga: Ali Kalora Tewas, Kapolda Sulteng Minta 4 DPO Teroris Poso Serahkan Diri: Kita Kejar Sampai Tuntas

Wakil Ketua Umum MUI Sulteng itu juga menegaskan, radikalisme dan terorisme tidak boleh diberikan ruang untuk berkembang di NKRI.

Sebaliknya, harus dilawan dengan melakukan pencegahan dan penindakan.

Hal itu karena, aksi-aksi teroris yang dilakukan oleh kelompok MIT seperti di Poso, Parigi Moutong, dan Sigi sangat tidak manusiawi, menciderai nilai-nilai kemanusiaan, serta merusak tatanan sosial keagamaan.

"Karena itu, gerakan radikalisme dan terorisme, tidak boleh diberikan ruang sedikit-pun untuk berkembang. Semua pihak, pemerintah, TNI dan Polri serta tokoh agama, tokoh perempuan, masyarakat, akademisi, pers, harus bersatu melawan tumbuh dan berkembangnya gerakan radikalisme dan terorisme di Sulteng," pungkasnya.

Baca juga: Terkait Tewasnya Ali Kalora, Anwar Hafid Harap Gerakan Terorisme Tak Ada Lagi di Sulteng

Sebelumnya, telah terjadi kontak tembak antara tim Satgas Madago Raya dengan kelompok MIT terjadi di Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu (18/9).

Akibat dari aksi tembak-tembak itu, Pimpinan MIT Ali Kalora dan satu anggota MIT Jaka Ramadhan berhasil dilumpuhkan.

Ali Kalora dan Jaka Ramadhan masuk dalam daftar pencarian orang.

Diketahui sepeninggal Santoso, Ali Kalora didaulat menjadi pimpinan MIT Poso.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved