Breaking News:

Trending Topic

Polisi Abaikan Bentrok Berdarah Eks Karyawan PT Padasa, Kuasa Hukum: Datang Sebentar Lalu Pulang

Eks karyawan PT Padasa Enam Utama sebut Polisi mengabaikan bentrok berdarah yang terjadi Selasa (14/9/2021) lalu.

Editor: Putri Safitri
Istimewa
Ilustrasi bentrokan 

TRIBUNPALU.COM - Eks karyawan PT Padasa Enam Utama sebut Polisi mengabaikan bentrok berdarah yang terjadi Selasa (14/9/2021) lalu.

Pengacara eks karyawan, Norma Sari menegaskan, pernyataan Kepolisian Resor Kampar dan perusahaan terkait tidak sesuai fakta.

Ia kemudian mengirim beberapa video bentrokan antara eks pekerja dengan sekuriti dalam pengosongan barak perusahaan.

"Inilah fakta di lapangan yang terjadi kemarin (Selasa, 14 September)," kata Norma seraya mengirim beberapa video dan foto kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (20/9/2021).

"Bapak bisa menilai sendiri dari video ini, apakah buruh ada persiapan alat seperti sekuriti," imbuhnya menanggapi pernyataan Polres Kampar yang menyebut kubu eks karyawan membawa senjata tajam dalam bentrok itu.

Baca juga: 3 Remaja Mirip Warkop DKI Dikomersilkan, Indro: Kasihan, Mereka Kayaknya Nggak Ngerti

Baca juga: Kemunculan Warkopi Tuai Pro Kontra, Alfin Indro KW: Haters Make Me Famous

Ia menyorot sikap Kepala Polsek XIII Koto Kampar.

"Untuk Kapolsek kalau tidak bisa menolong, tidak mau perduli dengan pihak yang lemah, janganlah menyakiti dengan memberi keterangan bohong. Setiap perbuatan pasti ada karmanya," tandas Norma.

Norma memberi klarifikasi terkait sikap Polisi terhadap laporan eks karyawan.

Ia meminta Polisi turun ke lokasi saat dirinya mendampingi buruh korban luka-luka untuk membuat laporan ke Polres. Tetapi tidak ada satupun yang turun.

Polisi sebanyak satu bus baru ke lokasi esok harinya, Rabu (15/9).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved