Trending Topic
Polisi Abaikan Bentrok Berdarah Eks Karyawan PT Padasa, Kuasa Hukum: Datang Sebentar Lalu Pulang
Eks karyawan PT Padasa Enam Utama sebut Polisi mengabaikan bentrok berdarah yang terjadi Selasa (14/9/2021) lalu.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti korban yang terluka akibat bentrok. "Banyak. Yang saya bawa ke Polres membuat laporan 7 orang," katanya.
Polres Kampar dalam keterangan resminya, Minggu (19/9), tidak menyebutkan jumlah korban, meski mengungkap korban luka terdapat baik pada kubu eks karyawan maupun sekuriti. Tetapi tidak menyebut jumlah.
Kepala Kepolisian Resor Kampar, AKBP. Rido Rolly Purba mengeluarkan keterangan resmi terkait bentrok berdarah di PT. Padasa Enam Utama, Selasa (14/9/2021) lalu. Ia mengungkap kubu yang membawa parang adalah eks karyawan.
Pernyataan ini disampaikan Kapolres didampingi Kepala Kepolisian Sektor XIII Koto Kampar, AKP. Budi Rahmadi, Minggu (19/9/2021) sore. bentrok itu pecah antara eks karyawan dengan sekuriti PT. Padasa Enam Utama.
"bentrok terjadi saat proses pengosongan perumahan milik perusahaan tersebut," ungkap Rido. Ia menjelaskan, eks karyawan masih menempati rumah atau aset perusahaan.
Lalu manajemen perusahaan menugaskan sekuriti melakukan pengosongan rumah. Ia menyatakan, sekuriti bukanlah preman.
Rido mengatakan, sebelum proses pengosongan paksa itu, manajemen perusahaan telah menyurati eks karyawan. Sebab status mereka bukan lagi pekerja di perusahaan.
Menurut Rido, banyak rumah yang sebenarnya sudah tidak ditempati lagi alias kosong. Tetapi masih dikuasai oleh eks karyawan dengan menggembok rumah tersebut. Sementara, kata dia, rumah tersebut akan digunakan untuk karyawan perusahaan.
Saat pengosongan berlangsung, eks karyawan melakukan perlawanan. Sehingga menimbulkan kegaduhan yang berujung beberapa orang dari kedua kubu mengalami luka akibat lemparan batu atau pukulan benda tumpul.
"Diketahui saat kejadian itu pihak security membawa pentungan dan tameng berbahan rotan sebagai kelengkapan mereka. Sementara eks karyawan membawa berbagai benda seperti potongan kayu dan juga ada senjata tajam jenis parang," tutur Rido.
Lanjut Rido, sesaat setelah menerima informasi terjadi bentrok, anggota Polsek XIII Koto Kampar tiba di lokasi. Namun saat anggota Polsek tiba di lokasi, kedua kubu yang bentrok sudah bubar karena berlangsung singkat.
"Karena sama-sama ada korban yang terluka, lalu kedua pihak membawa rekan mereka untuk berobat," ujar Rido.
Pascabentrok, masing-masing kubu saling lapor. Rido menyebutkan, eks karyawan melapor ke Polres Kampar. Sementara sekuriti melapor ke Polsek XIII Koto Kampar.
Rido mengungkapkan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan kedua belah pihak. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, mengambil visum para korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara keesokan pagi setelah bentrok.
"Tim penyidik juga masih melakukan pendalaman terkait kejadiannya karena kedua pelapor sama-sama tidak tahu pasti siapa pelakunya, sebab kejadian ini sifatnya komunal dan spontan serta ada banyak orang," jelas Rido.