Breaking News:

Banggai Hari Ini

Warga Minta Pemerintah Cabut Izin Operasional PT KFM

Ini menyusul perusahaan pertambangan itu dianggap meresahkan masyarakat Desa Pongian, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Warga memblokade jalan yang dilalui perusahaan tambang nikel PT KFM untuk mengangkut material nikel. 

Olehnya itu, perusahaan harus bertanggung jawab penuh atas kondisi tersebut.

"Jika aktivitas perusahaan sudah mengancam kehidupan masyarakat, maka kewenangan pemerintah adalah mencabut izin operasional PT KFM," tegas Herman, Selasa (5/10/2021).

Sebab, air adalah hak dasar hidup masyarakat.

Berapa luas konsesi PT KFM yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bunta?

Berdasarkan data dari geoportal Kementerian ESDM, PT KFM memiliki izin operasi produksi nomor: 540/028/IUP-OP/PGH/DPMPTSP/2017.

Izin itu berlaku tanggal 30 Januari 2017 dan berakhir tanggal 19 Maret 2022.

Luas wilayah izin usaha pertambangan PT KFM sebesar 2.738 hektare.

Dengan luasan aktivitas PT KFM, kata Herman, tentu sangat berpengaruh terhadap perubahan bentang alam dan sempadan air.

Sebelumnya, sejumlah warga Desa Pongian, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah memblokade akses jalan PT Koninis Fajar Mineral (KFM).

Aksi warga ini karena sumber air dari sungai Pongian yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari diduga tercemar akibat aktivitas perusahaan tambang nikel tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved