Berita Populer Sulteng

Berita Populer Sulteng: Lalampa Toboli Khas Parimo hingga Peran Bakomstra-Da Partai Demokrat

Berikut tiga Berita Populer Sulteng di TribunPalu.com, Senin (11/10/2021). Lalampa Toboli Makanan Khas Parigi Moutong hingga Partai Demokrat Sulteng

TRIBUNPALU.COM/ALAN
Bapak Hasan saat menjual lalampa Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (10/10/2021) pagi/Alan Sahril 

Dari Kota Palu untuk menuju Desa Toboli hanya berjarak 58 kilometer atau ditempuh sekitar 1,3 jam.

Seorang pedang Lalampa bernama Hasan mengatakan sudah berjualan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Saya berdagang ini sejak kecil, tapi ramainya seperti ini baru sekitar lima tahun terakhir," ungkap bapak Hasan kepada TribunPalu.com, Minggu (10/10/2021) siang.

Baca juga: Brigjen TNI Junior Dicopot dari Jabatan, Awalnya Bela Babinsa Malah Terancam Pidana Militer

2. Sosok Erik Hananiel, Desainer Tugu Nol Kilometer dan Taman GOR Kota Palu

Tugu Nol Kilometer Kota Palu mulai dibangun akhir Agustus 2018 dan diresmikan pada 10 Juli 2019.

Sejak itu, Tugu Nol Kilometer menjadi ikon baru Kota Palu, Sulawesi Tengah yang berlokasi di Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur. 

Tugu Nol Kilometer Kota Palu merupakan hasil karya desainer lokal bernama Erik Hananiel Limbara. 

Tugu setinggi 17 meter ini berbentuk simpul dan pada bagian atasnya terdapat mutiara besar. 

Kepada TribunPalu.com, Erik menceritakan Tugu Nol Kilometer ini mempunyai pesan dan filosofi mendalam bagi masyarakat Kota Palu. 

Pertama, 35 besi penghubung pada tiang-tiang utama sesuai jumlah provinsi di Indonesia. 

Semua provinsi itu merupakan simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Sabang Sampai Merauke tanpa memandang suku, ras dan agama. 

Selanjutnya, empat pilar penyangga tiang utama masing-masing mewakili Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Adapun tugu setinggi 17 meter sesuai tanggal proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan struktur berbentuk dulang yang terbuat dari tembaga. 

Ada pula dulang raksasa di bagian pondasi bawah berdiameter 8 sebagai simbol tempat untuk menaruh makanan saat kegiatan adat Kota Palu. 

Kemudian mutiara besar di puncak tugu melambangkan kota bercahaya dari ketinggian. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved