UIN Datokarama

UIN Datokarama Palu Berencana Buka Program Studi Pendidikan Kebencanaan

Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama berencana buka Program Studi (Prodi) Pendidikan Kebencanaan jenjang strata satu (S1).

Editor: Haqir Muhakir
Handover/Humas UIN Datokarama
Rektor UIN Datokarama Palu Prof Saggaf S Pettalongi 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama berencana buka Program Studi (Prodi) Pendidikan Kebencanaan jenjang strata satu (S1).

Rektor UIN Datokarama, Prof Sagaf S Pettalongi mengatakan, pembukaan Prodi Pendidikan Kebencanaan untuk peningkatan kapasitas masyarakat dan generasi muda dalam pengurangan risiko bencana

"Ini menjadi sesuatu yang baru dan mengharuskan, karena tuntutan yang sangat besar, seiring dengan kerentanan terhadap bencana alam gempa bumi dan lainnya di Provinsi Sulteng khususnya di wilayah Palu, Sigi dan Donggala," jelas Prof Saggaf via rilis yang diterima TribunPalu.com, Kamis (14/10/2021) siang.

Ia menjelaska upaya UIN Datokarama Palu membuka prodi pendidikan kebencanaan, merupakan tindaklanjut dari hasil workshop strategi kesiapsiagaan bencana berbasis gender dan inklusif.

Workshop tersebut difasilitasi oleh Asian Development Bank (ADB) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulteng.

Kemudian kegiatan itu diselenggarakan PT Yodya Karya, dengan pelaksana lapangan oleh UIN Datokarama Palu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga: Bunda PAUD Berperan dalam Peningkatan Kualitas Anak-anak di Kota Palu

Baca juga: Wali Kota Palu Buka Workshop Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Sulteng

Workshop itu menghasilkan beberapa poin, salah satunya merekomendasikan kepada pemerintah dan UIN Datokarama Palu untuk menggagas dan membuka prodi pendidikan kebencanaan.

Rektor UIN Datokarama Palu itu menilai prodi pendidikan kebencanaan sangat penting untuk diselenggarakan oleh UIN Palu.

Tidak hanya itu, pendidikan kebencanaan juga penting disemua satuan pendidikan di tingkat SD, SMP dan SMA sederajat di wilayah Sulteng.

"Jadi Pendidikan kebencanaan perlu diakomodir dalam pendidikan formal dan ditindaklanjuti dengan mata kuliah yang diajarkan kepada mahasiswa dan mata pelajaran diajarkan kepada siswa sejak dini," tuturnya.

Ia menyebutkan, hal ini penting mengingat Indonesia rentan terhadap bencana alam gempa, tsunami, likuefaksi, banjir, longsor dan sebagainya, serta bencana non-alam lainnya.

"Apalagi Sulawesi Tengah yang sangat rentan terhadap bencana alam banjir bandang, longsor, gempa dan sebagainya. Maka pendidikan kebencanaan bisa menjadi satu solusi untuk pengurangan risiko bencana," sebut Prof Saggaf.

Baca juga: Wali Kota Palu Buka Workshop Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Sulteng

Baca juga: Tips Keluar dari Grup WhatsApp Tanpa Ketahuan Anggota Lainnya, Ikuti Langkah-langkah Berikut

Ia menambahkan, dengan adanya pendidikan kebencanaan maka salah satu tujuannya akan tergabung kapasitas dan kesiapsiagaan untuk pengurangan risiko bencana.

"Bencana, meski tidak diketahui kapan datangnya. Namun, bisa diminimalisir dampaknya. Maka pendekatan pengetahuan dengan membuka program studi pendidikan kebencanaan menjadi satu solusi pengurangan risiko bencana," tandas Pimpinan UIN Datokarama Palu itu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved