Breaking News:

Menkes Tegaskan Pemerintah Tak Miliki Rencana Memberikan Subsidi untuk Tes PCR

Menkes tegaskan pemerintah tidak berencana memberikan subsidi untuk tes PCR meski Presiden Jokowi meminta harganya turun menjadi Rp 300.000.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Ilustrasi - Warga melakukan tes PCR di GSI Lab Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021). 

TRIBUNPALU.COM - Baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes polymerase chain reaction (PCR) diturunkan menjadi Rp 300.000.

Kendati demikian ternyata pemerintah pemerintah tidak berencana memberikan subsidi untuk tes PCR.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Budi menuturkan, pemerintah bahkan tidak membicarakan secara serius subsidi tes PCR hingga kini.

"Apakah akan disubsidi? Pemerintah tidak merencanakan akan ada subsidi, ya karena memang kalau kita lihat harganya sudah diturunkan," kata Budi dalam konferensi pers evaluasi program PC-PEN, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Aturan Wajib Tes PCR untuk Penerbangan Dapat Penolakan, 40 Ribu Orang Lebih Tandatangani Petisi

Baca juga: Tak Hanya Pesawat, Syarat PCR Juga Akan Digunakan Pengguna Moda Transportasi Lain

Budi menjelaskan, subsidi tidak diberikan lantaran harga PCR di Indonesia sudah sangat murah dibanding negara lain. Harga PCR yang semula Rp 900.000 di beberapa bandara Indonesia bahkan berada di tingkat 25 persen paling murah di dunia.

"Kalau diturunkan ke Rp 300.000, itu mungkin masuk 10 persen yang murah dibandingkan dengan harga PCR airport di dunia," jelas Budi.

Lebih lanjut Budi mengisyaratkan, harga tes PCR di Indonesia tidak bisa disamakan dengan harga di India yang hanya Rp 160.000.

Sebab menurut dia, India sudah memiliki produksi tes PCR di dalam negeri. Hal ini berbeda dengan negara lain yang masih mengimpor alat tes kesehatan termasuk PCR.

"India lebih murah karena India adalah negara yang paling murah untuk semuanya selain China. Karena mereka punya produksi di dalam negeri, kemudian economic costnya karena jumlah rakyatnya 2 billion, itu tercapai," tutup Budi.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah meminta harga tes PCR turun menjadi Rp 300.000. Seiring turunnya harga tes, pembuat kebijakan akan menerapkan tes PCR tidak hanya untuk transportasi udara, namun seluruh moda transportasi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan hal ini untuk mencegah kenaikan angka kasus Covid-19 terutama jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Alasan kewajiban penggunaan tes PCR bagi calon penumpang transportasi pesawat, yakni untuk menyeimbangkan relaksasi yang dilakukan pada aktivitas masyarakat, terutama pada sektor pariwisata.

"Secara bertahap penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru. Mengenai hal ini arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300.000 dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," katanya melalui konferensi pers virtual, Senin (25/10/2021).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga PCR Diminta Turun Jadi Rp 300.000, Menkes: Tidak Ada Rencana Subsidi...", 
Penulis : Fika Nurul Ulya
Editor : Bambang P. Jatmiko

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved