Kamis, 30 April 2026

Berita Populer Sulteng

Berita Populer Sulteng: Kapolda Minta Maaf atas Arogansi Oknum Polisi hingga Normalisasi Sungai Mewe

Kapolda Sulteng minta maaf atas aksi arogan oknum polisi terhadap wartawan menjadi salah satu Berita Populer Sulteng di TribunPalu.com kemarin.

Tayang:
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat Konferensi Pers di Kantor DP3AP2KB Parigi Moutong, Desa Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Selasa (19/10/2021). 

Jurnalis TV One Andi Baso Hery mengambil gambar di aula Mapolres Banggai. Setelah itu, jurnalis disuruh keluar ruangan karena arahan internal akan dimulai.

Saat berada di luar ruangan, jurnalis TV One tersebut kemudian disusul oleh salah seorang anggota polisi berinisial H.

Polisi meminta korban menghapus seluruh gambar dokumentasi dari ponsel.

Meskipun gambar dokumentasi sudah terhapus, namun oknum polisi tersebut tidak yakin dan lalu merampas ponsel dan membentak–bentak korban secara berulang-ulang.

Korban kemudian balik bertanya ke polisi itu apa permasalahannya dengan gambar itu,namun pertanyaan itu tidak digubris.

Polisi tersebut terus mengintimidasi dengan suara keras “hapus ,hapus ,hapus” secara berulang.

Ketegangan antara korban dengan polisi yang diduga sebagai pelaku berakhir setelah anggota polisi lainnya melerai,namun gambar-gambar video liputan korban sudah terhapus.

Atas peristiwa itu, IJTI Sulteng menilai tindakan intimidasi, perampasan alat kerja, hingga penghapusan paksa video liputan itu mencederai semangat kemerdakaan pers sekaligus merendahkan profesi jurnalis yang dilindungi Undang-undang, yakni Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40 tahun 1999.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyayangkan insiden perampasan dokumen liputan yang dilakukan oleh anggotanya kepada reporter TV One, Andi Baso Hery.

Untuk itu, Kapolda secara langsung menemui Andi untuk meminta maaf atas insiden tersebut.

“Saya menyayangkan insiden seperti itu bisa terjadi dan meminta maaf atasnya. Apa yang telah terjadi menjadi pelajaran bagi semua pihak, dan kedepannya di tekankan agar tidak terjadi lagi,” ungkap Kapolda saat menggelar mediasi bersama reporter TV One, Andi Baso Hery, di rumah dinas Kapolres Banggai, Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Kamis (18/11) sore.

Lebih lanjut, Kapolda mengatakan, apa yang terjadi menjadi contoh dalam memperbaiki dan menjaga keharmonisan hubungan relasi antara kedua belah pihak.

“Semua bisa salah, semua manusia tidak luput dari khilaf, dan saling memaafkan merupakan tindakan yang tepat. Kalau anak buah saya salah, berarti saya yang salah, karena saya orangtua dari para personil Polri di wilayah hukum Polda Sulteng. Apa yang terjadi karena adanya miskomunikasi. Dan sebagai pimpinan saya secara tulus meminta maaf atas insiden yang telah terjadi. Ketika terjadi konflik antara pers dan polri harus segera diselesaikan,” lanjutnya.

Kapolda menambahkan, hubungan media dengan Polri harus bersinergi dan harmonis. Sebab, kedua pihak merupakan stakeholder yang saling membutuhkan dalam memberikan dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di masyarakat.

“Insiden ini menjadi pembelajaran dan ke depannya diharapkan mampu menjadi perekat hubungan harmonis antara media dengan kepolisian,” jelasnya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved