Kamis, 30 April 2026

Banjir Bukit Makmur Parimo

Wagub Sulteng Pastikan Infrastruktur Darurat di Bukit Makmur Parimo Ditangani Cepat

Padahal, sebagian besar warga di wilayah itu menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.

Tayang:
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Handover
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, meninjau lokasi jembatan Kuala Bugis yang hanyut akibat banjir bandang di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (28/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, meninjau jembatan yang hanyut akibat banjir bandang di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (28/4/2026). 
  • Perjalanan dari Kota Palu sejauh 313 km memakan waktu sekitar 7 jam 14 menit.
  • Jembatan yang hanyut menjadi satu-satunya akses bagi 28 kepala keluarga di Dusun IV Suakarsa. Terputusnya akses menghambat aktivitas sehari-hari dan distribusi hasil perkebunan warga, termasuk kakao, durian, pala, dan petai.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, meninjau langsung jembatan yang hanyut akibat banjir bandang di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (28/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dengan menempuh perjalanan darat dari Kota Palu sejauh kurang lebih 313 kilometer.

Jika dilihat melalui peta digital, perjalanan itu memakan waktu sekitar 7 jam 14 menit.

Kondisi medan yang cukup jauh dan menantang tidak menghalangi rombongan untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Jembatan yang hanyut menjadi fokus utama dalam kunjungan tersebut.

Pasalnya, jembatan itu merupakan satu-satunya akses penghubung masyarakat.

Terutama bagi warga Dusun IV, orang sana menyebutnya "Suakarsa".

Akibat putusnya akses tersebut, sebanyak 28 kepala keluarga (KK) terdampak langsung.

Warga tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

Baca juga: Muhidin M Said: Pemerintah Tetap Menjaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas ekonomi.

Padahal, sebagian besar warga di wilayah itu menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.

Mereka mengelola berbagai komoditas unggulan seperti kakao, durian, pala, petai, dan lainnya.

Jika akses terputus, hasil kebun pun sulit untuk didistribusikan keluar wilayah.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved