Banggai Hari Ini
Aktivitas PT Dahatama Ancam Pemukiman Warga, Pemkab Banggai Turun Tangan
Asisten 2 Setda Banggai Alfian Djibran memimpin rapat penyelesaian masalah antara PT Dahatama Adhi Karya dengan Aliansi Masyarakat Lobu.
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Sebelumnya, aktivitas PT Dahatama Adh Karya justru menimbulkan keresahan bagi masyarakat Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Baca juga: Soal Cara Mengatasi Banjir Ibukota, Gerindra: Ahok Pakai Kekerasan, Anies Pendekatannya Humanis
Masyarakat khawatir terjadi banjir bandang yang memiliki daya rusak besar terhadap pemukiman penduduk.
"Kami tidak tidur nyeyak, apalagi saat hujan deras," ungkap warga Lobu, Heri, kepada TribunPalu.com, Jumat (8/10/2021) lalu.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan.
Heri mengungkapkan, 2 warga Desa Kadodi, Kecamatan Lobu sempat hanyut terseret arus sungai.
Beruntung, kedua warga itu berhasil menyelamatkan diri.
Selain itu, 1 rumah warga bahkan hanyut.
Bahkan, ada kebun dan pohon kelapa warga yang rusak diterjang banjir.
"Ini dampak dengan adanya PT Dahatama Adhi Karya. Tahun 2017 lalu sempat terjadi banjir besar di wilayah Lobu," ungkapnya.
Ada 7 desa di Kecamatan Lobu yang berpotensi menjadi dampak dari aktivitas perusahaan pengolahan kayu tersebut.
Yaitu Desa Balean, Bahingin, Uha-uhangon, Kadodi, Niubulan, Bolobungkan, dan Lobu yang tepat berada di muara sungai.
Kata Heri, ancaman banjir bandang ini nyata karena desa-desa tersebut berada di bantaran sungai.
Sedangkan topografi hutan yang ditebang pohonya berada pada kemiringan di atas 45 derajat.
"Nah ini yang dikhawatirkan, sangat bahaya dan mengancam," tururnya.
Tokoh adat Kecamatan Lobu, Charles Binaba menyatakan, aliran sungai Lobu kini sudah terdampak akibat aktivitas PT Dahatama Adhy Karya.