Selasa, 5 Mei 2026

Omicron Jadi Varian Terbaru Covid-19, Mengapa Virus Terus Bermutasi? Ini Penjelasannya

Varian Omicron dilaporkan memiliki gejala yang lebih ringan, termasuk tidak ada tanda kehilangan indera penciuman dan perasa pada pasiennya.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta usai memeriksa kesehatan karyawan Restoran Amigos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020). Restoran Amigos disebut sebagai salah satu tempat yang pernah dikunjungi warga Jepang dan warga Indonesia yang positif Covid-19 pada 14 Februari 2020. Pemilik restoran menghentikan sementara operasional restoran untuk melakukan pembersihkan lokasi dan memeriksa kesehatan para karyawan untuk memastikan tidak ada penularan virus korona baru. 

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk ikut serta dalam upaya 3T berupa tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19 (treatment).

Dokter Adaninggar juga menyampaikan pemerataan vaksinasi juga bisa menjadi cara mengurangi risiko terjadinya mutasi.

Meski belum diketahui efektivitasnya menghadapi varian Omicron, WHO menyatakan vaksinasi dapat menekan risiko pemburukan akibat infeksi Covid.

"Balik lagi jangan kendor protkes, jaga kesehatan, dan ayo vaksin," ujar Adaninggar, seperti dikutip dari media sosialnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Omicron Jadi Varian Terbaru Covid-19, Mengapa Virus Terus Bermutasi?"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved