Sulteng Hari Ini
3 Strategi Gubernur Turunkan Jumlah Stunting dan Perkawinan Anak di Sulteng
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) punya tiga strategi untuk menurunkan angka stunting dan perkawinan anak.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha
TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) punya tiga strategi untuk menurunkan angka stunting dan perkawinan anak.
Hal itu diungkapkan Gubernur melalui Asisten Administrasi Umum, Hukum dan Organisasi Mulyono.
Tiga langkah tersebut yaitu membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang disebar ke masyarakat.
Kedua melibatkan perguruan tinggi lewat program tematik Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Dan terakhir adalah menjalin kerjasama pihak ketiga atau dengan yayasan-yayasan nirlaba.
“Saya harap dapat menyampaikan ke masyarakat supaya dapat informasi untuk pelayanan kesehatannya dalam pencegahan stunting,” tutur Mulyono, Rabu (8/12/2021).
Baca juga: Gempa 2,9 Mag Guncang Buol, Selang 158 Menit Pasca-gempa 3,4 Mag di Tojo Una-una
Baca juga: Perebutkan Piala Gubernur dan KONI Sulteng, Akai Jaya Siapkan 3 Motor untuk Pemenang
Mulyono juga menjelaskan, sebagai acuan perencanaan pembangunan terintegrasi di Provinsi Sulteng maka Pemda menggunakan data hasil Pendataan Keluarga 2021 (PK21) yang merupakan sumber data mikro by name by address.
PK21 itu telah dilakukan BKKBN Perwakilan Sulteng sejak tanggal 1 April sampai 30 Juni 2021 dengan melibatkan lebih dari 4700 kader.
Pada pendataan itu, BKKBN menggunakan 2 metode pengumpulan data yaitu online via perangkat smartphone dan manual lewat kunjungan dari rumah ke rumah.
“Pemanfaatan PK21 diharap dapat mengentaskan problematika pembangunan lewat perencanaan program yang integratif,” tuturnya.
Menurutnya, melihat permasalahan daerah dengan kaitan program pembangunan keluarga, kependudukan dan KB (Bangga Kencana) Sulteng didominasi persoalan stunting dan perkawinan anak.
“(Sulteng) tergolong dalam 10 besar nasional penyumbang anak stunting dengan prevalensi tinggi. Data SSGBI 2019 bahwa stunting berada di kisaran 31,26 persen. Sedangkan perkawinan anak menurut data Susenas 2018 mencapai 58 persen,” tuturnya.
Sebelumnya, Mulyono juga menghadiri pertemuan diseminasi hasil Pendataan Keluarga 2021 (PK21) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (7/12/2021).
Kegiatan itu dilaksanakan di Ballroom HS Palu Jl Mohammad Hatta Nomor 18, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulteng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/asisten-administrasi-umum-hukum-dan-organisasi-mulyon.jpg)