Kamis, 4 Juni 2026

Sejarah Hari Ini

Mengenal 11 Kerajaan di Sulawesi Tengah dan Struktur Pemerintahannya

Provinsi yang beribukota di Palu ini terbentuk berdasarkan Undang-undang Nompr 13/1964.

Tayang:
Penulis: Haqir Muhakir | Editor: mahyuddin
handover
Kolase Foto Ritual Adat Mombowa Tumpe dan Ritual Giwu 

Mulai abad ke 17, wilayah Sulawesi Tengah mulai masuk dalam kekuasaan kolonial Belanda.

Dengan dalih untuk mengamankan armada kapalnya dari serangan bajak laut, VOC membangun benteng di Parigi dan Lambunu.

Pada abad ke 18, VOC meningkatkan tekanannya pada raja-raja di Sulawesi Tengah.

Mereka memanggil raja-raja Sulawesi Tengah untuk datang ke Manado dan Gorontalo untuk mengucapkan sumpah setia kepada VOC.

Dengan begitu, VOC berarti telah menguasai kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tengah tersebut.

Permulaan abad ke 20, dengan diikat suatu perjanjian bernama lang contract dan korte verklaring, Belanda telah sepenuhnya menguasai Sulawesi Tengah.

Terhadap kerajaan yang membangkang, Belanda menumpasnya dengan kekerasan senjata.

Pada permulaan abad ke 20 pula mulai muncul perlawanan terhadap kolonial Belanda.

Selain pergerakan lokal, masuk pula pergerakan yang berpusat di Jawa.

Ritual giwu atau pemberian sanksi adat ini dilakukan setelah masyarakat sudah berusaha melayangkan protes langsung kepada perusahaan maupun pemerintah, tapi tak juga mendapat hasil yang layak.
Ritual giwu atau pemberian sanksi adat ini dilakukan setelah masyarakat sudah berusaha melayangkan protes langsung kepada perusahaan maupun pemerintah, tapi tak juga mendapat hasil yang layak. (nationalgeographic.grid.id)

Organisasi yang pertama mendirikan cabang di Sulawesi Tengah adalah Syarikat Islam (SI), didirikan di Buol Tolitoli tahun 1916.

Organisasi lainnya yang berkembang di wilayah ini adalah Partai Nasional Indonesia (PNI) yang cabangnya didirikan di Buol tahun 1928.

Organisasi lainnya yang membuka cabang di Sulawesi Tengah adalah Muhammadiyah dan PSII.

Perlawanan rakyat mencapai puncaknya tanggal 25 Januari 1942.

Para pejuang yang dipimpin I.D. Awuy menangkap para tokoh kolonial seperti Controleur
Toli-Toli De Hoof, Bestuur Asisten Residen Matata Daeng Masese, dan Controleur Buol de Vries.

Dengan tertangkapnya tokoh-tokoh kolonial itu, praktis kekuasaan Belanda telah diakhiri.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved