Operasi Madago Raya

Operasi Madago Raya Diperpajang, Kapolda Sulteng Paparkan Hasil Penindakan Teroris Poso Selama 2021

Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat konferensi pers akhir Tahun 2021 di aula lantai tiga Makopolda Sulteng, Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan M

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi (tengah) saat konferensi pers akhir Tahun 2021 di aula lantai tiga Makopolda Sulteng, Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulteng, Jumat (31/12/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Operasi Madago Raya pengejaran sisa Teroris Poso diperpanjang, dan memasuki tahap IV Tahun 2022.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, dalam perburuan tahap ini, tidak melibatkan pasukan TNI luar Wilayah Sulawesi Tengah.

"Tapi kami tetap masih dibantu atau melibatkan pasukan jajaran Tni yang ada di Sulteng," ujar Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat konferensi pers akhir Tahun 2021 di aula lantai tiga Makopolda Sulteng, Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulteng, Jumat (31/12/2021) siang.

"Dengan pola hampir sama seperti operasi sebelumnya," tuturnya menambahkan.

Baca juga: Polres Banggai Larang Konvoi dan Pesta Kembang Api di Malam Pergantian Tahun Baru

Rudy juga menuturkan, pada tahap IV tersebut personel terlibat sebanyak 1.357 pasukan gabungan.

Terdiri dari 500 personel jajaran Polda Sulteng, dan 590 personel jajaran Mabes Polri.

"Serta dibantu 267 peronel Tni, itu terdiri dari Kodam XIII/Merdeka, Korem 132/Tadulako, Kodim 1307/Poso, Kodim 1311/Morowali, dan Yonif 174/Sm," tuturnya.

Selain itu, Rudy juga memaparkan capaian Satgas Madago Raya sepanjang Tahun 2021.

Antaranya, pada 11 Juli 2021 terjadi penyergapan dan kontak tembak antara Tim Teisakti 3 Koopsgabsus dengan terduga Dpo Teroris Poso.

Itu di Pegunungan Batu Tiga Dusun IV Tosaka, Desa Tanalanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulteng.

"Pada kejadian itu berhasil menewaskan dua Dpo teroris yakni Qatar dan Rukli," ujar Rudy.

Baca juga: Malam Tahun Baru 2022, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Ini

Kemudian pada, 17 Juli 2021 terjadi kontak tembak Tim Sogili 3 Densus 88/AT dengan terduga Dpo Teroris Poso.

Terjadi di Daerah Pegunungan Tolai Dusun VI Buana Sari, Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved