Berita Duka

Jurnalis Senior Max Wolor Wafat, Pendiri AJI Palu dan Pernah Jadi Anggota DPRD Lembata

Mantan Direktur PT Aksara Grafika Makassar itu menilai Max sebagai sosok jurnalis sejati, legenda jurnalis di Sulteng.

Penulis: Dimas Adi Satriyo | Editor: mahyuddin
Kolase TribunPalu.com
In Memoriam Maxi Wolor 

TRIBUNPALU.COM, PALU -  Jurnalis di Sulawesi Tengah berduka.

Pendiri Aliansi Jurnalis Independen Palu Maxi Wolor meninggal dunia.

Mantan pewarta Pedoman Rakyat malang melintang di dunia jurnalistik.

Selain di Pedoman Rakyat, dia pernah bekerja di Harian Surya, Harian Umum Pos Kupang, Harian Bisnis Indonesia, Harian Sulbar Raya, Pedoman Makassar, Kaltara Post dan Majalah Bisnis.

Kepergiaan Max Wolor disampaikan sahabat seperjuagannya di Sulteng, Noor Korompot via telepon.

“Saya telepon istrinya, Mama Erik. Tadi malam tidak ada gejala apa-apa, cuman merasa tidak enak badan. Kemungkinan meninggal karena serangan jantung,” kata Noor Karompot kepada TribunPalu.com, Kamis (27/1/2022).

Baca juga: 14 Tahun Presiden Soeharto Wafat, Mbak Tutut Kenang Sang Ayah si Pengauasa Orde Baru

Noor dan Max sama-sama pendiri AJI Palu di tahun 1998.

Namanya bahkan diabadikan di website AJI Palu dalam kanal sejarah.

“Waktu saya Ketua AJI Palu, dia sekretaris. Setelah saya pindah, Max gantikan saya,” tutur Noor.

Mantan Direktur PT Aksara Grafika Makassar itu menilai Max sebagai sosok jurnalis sejati, legenda jurnalis di Sulteng.

“Meskipun perjalannya di Sulteng tidak panjang, Max banyak memberikan perunahan dalam berbagai hal, termasuk informasi yang pro rakyat,” ucap Noor Karompot.

Noor masih mengingat perjuangannya dengan Max sewaktu meliput eksekusi Kacong Laranu atas kasus pembunuhan.

“Tahun 1994, Saya dan Max parkir mobil di belakang Kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng dan saat mobil pengangkut papan kubur kami ikuti sampai ke atas gedung BP7 kalau nggak salah. Ternyata di atas sudah banyak Brimob, dan kami diusir turun dari Gunung,” jelas Noor bercerita.

“Setelah eksekusi, saya dan Max naik lagi dan di sana kita mendapatkan papan tempat dimandikan dan masih ada potongan kapas-kapas berdarah berserakan,” tuturnya menambahkan.

Baca juga: AJI Palu Sebut 2021 Tahun Kelam Bagi Jurnalis di Sulteng

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved