Berita Duka
Jurnalis Senior Max Wolor Wafat, Pendiri AJI Palu dan Pernah Jadi Anggota DPRD Lembata
Mantan Direktur PT Aksara Grafika Makassar itu menilai Max sebagai sosok jurnalis sejati, legenda jurnalis di Sulteng.
Jalan menjadi pewarta bagi jurnalis senior Maxi Wolor adalah jalan yang lurus.
Akan tetapi, justru di jalan itu pula, nyawa pekerja media dipertaruhkan.
Bekerja mengikuti naluri jurnalistik ataukah menyerah pada tameng kekuasaan.
Inilah sepenggal kalimat yang melukiskan kisah perjalanan Maxi Wolor.
Membaktikan hampir separuh usianya sebagai wartawan tentu tak mudah bagi putra asli Lembata itu.
Namun, ia sendiri tak mau apa yang sudah ia baktikan itu lenyap begitu saja dimakan rayap
"Saya ingin meninggalkan jejak, kalau bukan untuk semua orang ya paling tidak bagi orang orang yang saya kenal, keluarga dan sahabat," kata Maxi dalam Acara Bedah buku terbarunya berjudul Nyawa Terancam di Jalan Lurus di Hotel Palm, Lewoleba, dikutip dari PosKupang.com.
Baca juga: Kekerasan Jurnalis TV Masih Terjadi, IJTI Sulteng Harap Tahun 2022 Bebas dari Tindak Ketidakadilan
Berita peluncuran buku Max itu dimuat PosKupang.com, 27 Agustus 2019.
Buku mantan wartawan Pedoman Rakyat itu berbentuk memoar.
Bagi dia, memoar adalah sarana mengekspresikan diri. Memoar adalah karya non fiksi dan berdasarkan fakta.
Memoar itu juga mengisahkan pengalaman Max saat meliput kerusuhan di Poso, Sulawesi Tengah.
Melalui sudut pandang seorang jurnalis, peristiwa konflik antaragama itu dilukiskan secara runtut dan berdasarkan fakta.(*)