Tips Kesehatan
Berikut Bahan Alami yang Dapat Atasi Sakit Tenggorokan, Mulai dari Air Garam hingga Madu
Berikut bahan alami yang dapat atasi sakit tenggorokan, mulai dari air garam, air lemon, kayu manis, teh jahe hingga madu.
TRIBUNPALU.COM- Sakit tenggorokan menjadi salah satu gejala Covid-19 varian Omicron.
Guna memastikan apakah sakit tenggorokan yang dialami merupakan gejala dari virus Corona, diperlukan rapid test atau PCR.
Tak hanya lantaran virus Omicron saja, namun gejala influen juga kerap kali ditandai dengan munculnya sakit tenggorokan.
Melansir dari laman Alodokter, sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri paling sering disebabkan oleh kelompok bakteri Streptococcus. Bakteri ini juga menjadi penyebab strep throat.
Selain akibat penyakit infeksi, sakit tenggorokan juga bisa disebabkan oleh alergi, penyakit asam lambung, atau tumor di tenggorokan.
Biasanya saat sakit teggorokan menimbulkan rasa nyeri, tidak nyaman, atau kering pada tenggorokan.
Sakit tenggorokan umumnya dapat diobati dengan banyak minum air dan beristirahat yang cukup.
Selain itu, ada sejumlah bahan alami yang diketahui dapat mengatasi sakit tenggorokan tersebut.
Berbagai bahan alami tersebut dapat Anda temui dengan mudah dan dapat Anda praktikkan di rumah.
Berikut berbagai bahan alami yang dapat mengatasi sakit tenggorokan, merangkum dari laman Medical News Today :
1. Air garam

Berkumur dengan air garam adalah obat alami yang terkenal untuk menghilangkan sakit tenggorokan.
Garam membantu mengurangi pembengkakan dengan menarik air keluar dari jaringan tenggorokan. Ini juga dapat membantu membunuh mikroba berbahaya di tenggorokan.
Untuk menggunakan cara ini, campurkan 1 cangkir air hangat dengan 1 sdt garam dan aduk hingga larut. Berkumurlah dengan seteguk campuran ini selama 30 detik sekali per jam.
2. Madu

Madu adalah pemanis yang sering dipadukan orang dengan bahan alami lainnya untuk meredakan sakit tenggorokan.
Orang menggunakan madu sebagai obat karena memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba.
Selain membantu melawan infeksi dan meredakan nyeri, madu juga dapat membuat pengobatan tertentu teasa lebih enak.
Madu mungkin sangat efektif ketika seseorang menggabungkannya dengan air hangat dan cuka sari apel atau rempah-rempah. Beberapa orang memilih untuk menggunakan madu mentah atau madu manuka.
Namun, anak-anak di bawah usia satu tahun harus menghindari madu.
Hal ini dikarenakan usus anak dibawah satu tahun belum memperoleh bakteri sehat yang dapat melawan beberapa kuman, seperti spora botulisme, yang terkadang terdapat pada madu.
Selain itu, orang yang menghindari gula atau mengikuti diet rendah karbohidrat mungkin ingin memilih obat lain, karena madu adalah bentuk gula dan mengandung 17,3 g karbohidrat per sendok makan.
3. Air lemon

Air lemon adalah minuman menyegarkan yang juga dapat mengurangi sakit tenggorokan yang terjadi saat pilek atau flu.
Lemon mengandung vitamin C dan antioksidan kuat lainnya.
Senyawa tersebut berfungsi untuk melawan peradangan dan mengurangi stres oksidatif, yang merupakan penanda umum penyakit.
Selain itu, lemon juga dapat meningkatkan jumlah air liur yang diproduksi tubuh, yang dapat membantu menjaga kelembapan selaput lendir.
Untuk menggunakan cara ini, kombinasikan air hangat dan sedikit madu atau air garam untuk memaksimalkan manfaatnya.
4. Teh jahe

Jahe adalah rempah-rempah dengan efek antibakteri dan anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan sakit tenggorokan.
Beberapa penelitian laboratorium menemukan bahwa ekstrak jahe dapat membunuh beberapa bakteri dan virus penyebab penyakit pernapasan.
Itu juga dapat mengurangi peradangan pada penderita TBC, yang merupakan penyakit paru-paru.
Teh jahe tersedia dari sebagian besar pasar dan pengecer online.
Selain itu, Anda juga bisa membuatnya sendiri dari jahe segar.
5. Minyak kelapa

Minyak kelapa adalah makanan serbaguna dengan beberapa manfaat kesehatan.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa itu dapat membantu melawan infeksi dan mengurangi peradangan di area yang terpapar.
Minyak kelapa juga sangat menenangkan karena membantu melumasi selaput lendir di tenggorokan.
Namun, perlu diingat bahwa mengonsumsi minyak kelapa per hari yakni hanyasekitar dua sendok makan saja.
Hal ini dikarenakan minyak kelapa dapat memiliki efek pencahar pada dosis yang lebih tinggi.
Saat menggunakan minyak kelapa untuk pertama kalinya, mulailah dengan 1 sdt (5 ml) setiap kali untuk meminimalkan potensi efek samping.
6. Kayu manis

Kayu manis merupakan rempah yang harum dan lezat dengan kandungan antioksidan yang tinggi karena dapat memberikan manfaat antibakteri.
Dalam pengobatan Cina, kayu manis adalah obat tradisional untuk pilek, flu, dan sakit tenggorokan.
Anda dapat menambahkan kayu manis ke teh herbal atau teh hitam.
Teh kayu manis juga tersedia untuk dibeli di sebagian besar toko grosir, baik dalam varietas herbal maupun reguler, dan online.
(TribunPalu.com/Linda)