Demo Tambang di Parimo
Kasus Penembakan Demo Ricuh Parimo Belum Terungkap, Komnas HAM Sorot Kinerja Polri
Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng Dedi Askary mendesak kepolisian untuk menjelaskan kelanjutan kasus tersebut.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - Komnas HAM mempertanyakan kinerja polisi soal kasus penembakan terhadap demonstran saat pengamanan aksi unjuk rasa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
Pascakejadian pada Sabtu (12/2/2022), hingga kini belum diketahui pelaku penembakan terhadap Erfaldi.
Erfaldi (21) meninggal dunia karena terkena tembakan saat aksi unjuk rasa menolak tambang PT Trio Kencana di Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo.
Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng Dedi Askary mendesak kepolisian untuk menjelaskan kelanjutan kasus tersebut.
"Sejak tim Labfor turun pada 14 Februari, belum ada terlihat progres sama sekali untuk mengetahui siapa pelaku penembakan," ujar Dedi, Senin (28/2/2022).
Baca juga: Demo Ricuh Renggut Nyawa di Parimo, Komisi III DPR RI Sidang Kapolda Sulteng
Baca juga: Warga Tewas Saat Demo di Parimo, 17 Personel Polisi Diperiksa dan 15 Senpi Diamankan
Ia mengatakan, sejak tim Labfor Mabes Polri turun ke TKP, telah berjanji bahwa hasil uji balistik bisa keluar selambat-lambatnya satu minggu.
Sementara, kata Dedy, Propam Mabes Polri beberapa waktu lalu telah menyebut pelaku penembakan warga di Parimo adalah anggota polisi berpakaian preman.
"Pernyataan Kadiv Propam Polri menandakan pelaku penembakan akan segera terungkap, tetap sampai saat ini masih belum jelas," ujarnya.
"Komnas HAM meminta Kapolri serius menangani kasus ini. Jangan sampai visi misi beliau serta program dan slogan Polri Presisi sekedar lips service belaka," tutur Dedi menambahkan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/kepala-perwakilan-komnas-ham-sulteng-dedi-askary.jpg)