Buol Hari Ini

Wabup Buol Bakal Laporkan Eks Bupati Amran Batalipu ke Polisi, Ini Persoalannya

Amran Batalipu baru 3 hari di Kabupaten Buol tepatnya di Desa Bongo, Kecamatan Bokat, melakukan ujaran kebencian secara masif.

Penulis: Moh Salam | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/SALAM
Wakil Bupati Buol Abdullah Batalipu (kiri) saat bersama Pengacara Pemerintahan Andri Wawan (kanan) memberikan keterangan terkait Ujaran kebencian Amran Batalipu di Kota Palu, Selasa (24/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Kabupaten Buol berencana melaporkan mantan Bupati Buol Amran Batalipu ke polisi.

Hal itu terkait adanya upaya penghinaan dan ujaran kebencian yang dilakukan Amran Batalipu kepada Pemkab Buol.

Wakil Bupati Buol Abdullah Batalipu menuturkan, Amran Batalipu tidak menunjukkan iktikat baik sejak dibebaskan bersyarat dan kembali ke Kabupaten Buol.

"Jadi Amran Batalipu ini setelah bebas bersyarat kembali ke Buol justru tidak menunjukkan iktikat baik, malah memprovokasi masyarakat termasuk PNS," ujar Abdullah Batalipu, Selasa (24/5/2022).

Selain itu, Pengacara Pemkab Buol Andri Wawan menyebutkan, saat ini status Amran Batalipu merupakan bebas bersyarat.

Baca juga: Kursinya Digoyang Kader, Abdullah Batalipu Segera Evaluasi Pengurus Golkar Buol

"Saya sudah koordinasi dengan Bapas Klas IIA Palu terhadap status dari Amran Batalipu itu bebas bersyarat," kata Andri Wawan kepada TribunPalu.com. 

Menurutnya, Putusan dipanjar kas bahwa Amran Batalipu diadili selama 8 tahun oleh perkara pertama.

Sementara perkara kedua diadili di Kejati Sulteng, sehingga total dari dua perkara itu sebanyak 15 tahun 6 bulan.

"Amran bebas sebelum lebaran dengan rens waktu 9 tahun 9 bulan dan masih tersisa 4 tahun lebih lagi yang harus dijalani Amran Batalipu. Status Amran Batalipu adalah tahanan bersyarat karena putusan perkara kedua di Palu dan diadili di Kejati Sulteng," jelas Pengacara dari Peradi itu.

Andri pun mengatakan, tahanan bersyarat itu apabila melakukan tindak pidana lagi maka bisa masuk bui kembali.

"Ternyata Amran Batalipu belum direkomendasikan Bapas Bandung dalam hal ini Rutan Sukamiskin ke Bapas Sulawesi Tengah, Seharusnya Amran Batalipu belum bisa keluar masuk wilayah Bandung, Jawa Barat," tutur Pengacara Pemkab Buol itu.

Masih kata Andri, Amran Batalipu baru 3 hari di Kabupaten Buol tepatnya di Desa Bongo, Kecamatan Bokat, melakukan ujaran kebencian secara masif dan menggunakan media elektronik dan media sosial lainnya terhadap menghegemoni seluruh kalangan yang ada di Kabupaten Buol.

"Saya sudah koordinasi dengan tim Cyber Crime Polda Sulteng untuk mengumpulkan bahan-bahan dan Bukti-bukti terkait ujaran kebencian yang dilakukan Amran Batalipu di Kabupaten Buol yang mengarah ke penghasutan," sebutnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved