Rabu, 22 April 2026

Manfaat Ketumbar untuk Minimalisir Risiko Serangan Jantung Koroner: Bisa Perlambat Agresi Trombosit

Apakah benar jika ketumbar memiliki manfaat untuk meminimalisir serangan jantung koroner?

Editor: Imam Saputro
pixabay
Manfaat ketumbar untuk kesehatan tubuh, bisa digunakan untuk meminimalisir serangan jantung koroner. 

Manfaat Ketumbar untuk Minimalisir Risiko Serangan Jantung Koroner: Bisa Perlambat Agresi Trombosit

TRIBUNPALU.COM - Ketumbar merupakan salah satu rempah-rempah yang kaya akan mafaatnya bagi kesehatan.

Ketumbar memiliki nama latin coriandrum sativum, yang khasiatnya sudah tak diragukan lagi.

Umumnya ketumbar dimanfaatkan untuk mengatasi flu, pilek, menurunkan tekanan darah hingga gula darah.

Namun tahukah Anda jika ketumbar juga bermanfaat untuk meminimalisir risiko serangan jantung koroner?

Melansir dari laman Kompas Lifestyle, ketumbar memang bisa mengurangi risiko jantung koroner.

Hal ini dikarenakan ketumbar mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga senyawa tersebut bisa menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah.

Perlu Anda ketahui jika kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi bisa menyebabkan terkena sakit jantung.

Senyawa antioksidan tersebut meliputi terpinene, quercetin, dan tokoferol.

Baca juga: Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Memanfaatkan Air Ketumbar, Simak Resep Minumannya

Ketumbar menjadi satu di antara bahan alami yang memiliki banyak senyawa baik bagi tubuh.
Ketumbar menjadi satu di antara bahan alami yang memiliki banyak senyawa baik bagi tubuh. (freepik.com/topntp26)

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa biji ketumbar dapat menurunkan kolesterol total.

Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilansir dari laman NDTV, ditemukan bahwa biji ketumbar dapat menurunkan kolesterol total.

Hal itu bisa menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh yang apabila tertimbun berlebihan bisa menimbulkan penyakit jantung koroner.

Selain itu, ketumbar juga bisa memperlambat agresi trombosit.

Agregasi trombosit adalah kecepatan trombosit darah dalam membentuk gumpalan (trombosis).

Agregasi trombosit berlebihan dapat menyebabkan gangguan kardiovaskuler dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved