Tips Mengatur Asupan Makanan untuk Diet: Batasi Nasi, Konsumsi Jahe dan Ketumbar, Ini Manfaatnya

Badan yang ideal adalah idaman banyak orang terutama wanita, inilah cara mengatur asupan makanan untuk diet.

Editor: Imam Saputro
aameda.org
Ilustrasi Tips diet dengan mengatur asupan pola makan alami 

Cara Atur Asupan Makanan untuk Diet: Coba Manfaatkan Ketumbar, Batasi Nasi hingga Konsumsi Jahe

TRIBUNPALU.COM - Cara mengatur asupan makanan agar badan tetap terjaga dengan memanfaatkan ketumbar hingga jahe.

Pola makan memang cenderung memengaruhi berat badan seseorang.

Melansir dari Science Alert, orang Swedia yang memiliki asupan pola makan diet memiliki angka harapan hidup yang lebih baik.

Selain juga akan berdampak pada berat proporsional badan seseorang agar lebih sehat.

Pola asupan makanan yang tak terkontrol bisa menyebabkan kegemukan bahkan obesitas.

Tak tanggung-tanggung, orang-orang sering melakukan diet ekstrem untuk menurunkan berat badan agar terlihat ideal.

Sementara itu terdapat cara-cara sederhana yang bisa dilakukan sebagai salah satu metode menurunkan berat badan.

Beberapa cara yang dapat Anda gunakan dengan mengatur pola asupan makanan diet adalah sebagai berikut.

Baca juga: Resep Membuat Sate Sapi Spesial Idul Adha 2022: Sate Sapi Bumbu Ketumbar hingga Sate Sapi Ungaran

Manfaat biji dan daun ketumbar.
Manfaat biji dan daun ketumbar. (anekabudidaya.com)

1. Memanfaakan rempah ketumbar

Jika Anda memiliki ketidakpercayaan diri dengan berat badan, Anda bisa mengatasinya dengan ketumbar.

Dilansir dari laman NDTV, Ketumbar mampu merangsang enzim di organ pencernaan, yang dikenal dapat meningkatkan sistem pencernaan kita.

Caranya mudah, dengan menyiapkan dua sendok biji ketumbar yang ditambahkan ke dalam air hangat atau air mendidih.

Kemudian tunggu hingga air berubah warna kekuningan, angkat dan saring rebusan ketumbar tersebut.

Anda bisa meminumnya setiap pagi, bisa juga dengan menambahkan madu.

Tak hanya itu, ketumbar juga merupakan sumber serat yang baik untuk mendorong penurunan berat badan.

Ketumbar memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri.

Penelitian telah menunjukkan bahwa ketumbar dapat mengatur kolesterol, merangsang nafsu makan dan meningkatkan kesehatan pencernaan.

Dan perlu Anda tahu, sistem pencernaan yang baik adalah kunci untuk menurunkan berat badan.

Pencernaan yang buruk dapat menyebabkan penambahan berat badan, karena kita tidak dapat menyerap dan mengasimilasi nutrisi kita dengan benar.

Selain itu, mungkin juga tidak dapat menghilangkan zat yang tak dibutuhkan tubuh kita secara efisien.

Baca juga: Tips Mengatasi Keputihan pada Wanita: Gunakan Obat, Manfaatkan Ketumbar hingga Jaga Kebersihan

Biji kopi hijau.
Biji kopi hijau. (Shutterstock)

2. Konsumsi biji-bijian

Melansir dari Medical News Today, biji-bijian utuh biasanya mengandung lebih banyak protein daripada biji-bijian olahan.

Ada dua subkelompok, yaitu biji-bijian dan biji-bijian olahan.

Biji-bijian utuh mencakup ketiga bagian biji-bijian, yaitu dedak, kuman, dan endosperma.

Tubuh memecah biji-bijian secara perlahan, sehingga kurang berpengaruh pada gula darah seseorang.

Selain itu, biji-bijian cenderung mengandung lebih banyak serat dan protein daripada biji-bijian olahan.

Butir halus diproses dan tidak mengandung tiga komponen asli.

Biji-bijian olahan juga cenderung memiliki lebih sedikit protein dan serat, dan dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Biji-bijian digunakan untuk membentuk dasar piramida makanan yang disetujui pemerintah, yang berarti bahwa sebagian besar asupan kalori harian seseorang berasal dari biji-bijian.

Namun, pedoman yang diperbarui menyarankan bahwa biji-bijian harus membuat hanya seperempat dari piring seseorang.

Baca juga: Tips Mengobati Rasa Nyeri Sendi: Coba Manfaatkan Ketumbar, Kayu Manis, Jeruk hingga Bawang Putih

ILUSTRASI nasi putih.
ILUSTRASI nasi putih. (pannacooking.com)

3. Mengurangi makan nasi

Melansir dari Healthline, diet nasi dilakukan dengan tetap mengonsumsi nasi, dan membatasi konsumsi garam atau makanan yang mengandung sodium.

Hal itu membantu tubuh Anda menghilangkan kembung dan menurunkan berat badan berlebih.

Selain itu, Anda juga perlu membatasi konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh.

Anda dapat menggantikannya dengan mengonsumsi makanan berserat tinggi seperti buah, sayuran, dan biji-bijian.

Diet nasi ini juga akan membuat Anda membatasi semua produk susu diet.

Beberapa diet juga akan meminta Anda melakukan hal serupa dengan memperbanyak sayuran, buah, dan biji-bijian.

Secara umum, mengikuti semua jenis rencana makan yang mengurangi kalori dan berfokus pada sayuran dan protein tanpa lemak, akan efektif dalam membantu menurunkan berat badan.

Namun, Anda juga harus memperhatikan asupan kalori pada tubuh.

Tingkat aktivitas dan olahraga yang dilakukan akan berpengaruh pada asupan kalori yang Anda butuhkan.

Baca juga: Deretan Manfaat Ketumbar Untuk Kesehatan: Mengobati Kerusakan hingga Tingkatkan Kecerahan Kulit

Manfaat jahe bagi kesehatan tubuh
Manfaat jahe bagi kesehatan tubuh (Kompas)

4. Mengonsumsi jahe

Melansir dari laman Healthline, sebuah penelitian tahun 2016 pada 80 wanita dengan obesitas dapat disimpulkan, jahe dapat membantu mengurangi indeks massa tubuh (BMI) dan kadar insulin darah.

Kadar insulin darah yang tinggi berhubungan dengan obesitas.

Kemampuan jahe untuk mempengaruhi penurunan berat badan mungkin terkait dengan mekanisme tertentu.

Seperti jahe berpotensi untuk membantu meningkatkan jumlah kalori yang terbakar atau mengurangi peradangan.

Studi lain yang diterbitkan tahun sebelumnya dalam European Review for Medical and Pharmacological Sciences menunjukkan tentang hasil ini.

Ternyata suplementasi jahe memiliki dampak yang sama terhadap penurunan berat badan tikus sebagai obat penurun berat badan yang populer, Orlistat.

Selain itu, jahe juga bermanfaat untuk menurunkan tingkat kolesterol darah serta menaikkan kadar kolesterol "baik" (HDL).

Jika Anda mengonsumsi jahe dan olahannya, tubuh akan merasa kenyang lebih lama.

Jahe juga bisa membantu pencernaan dengan baik, sehingga itu berujung pada penurunan berat badan yang signifikan.

Hal penting lain yang tak kalah mengagumkan dari jahe yaitu manfaatnya dalam memperkuat fungsi metabolisme, sebagai detoksifikasi dan meningkatkan proses pembakaran lemak.

Efek thermal adalah, kemampuan tubuh untuk membakar lemak dan mengolahnya menjadi energi.

Pada dasarnya, efek thermal ini penting, karena semakin banyak energi yang digunakan untuk memproses makanan, maka akan semakin banyak kalori yang terbakar.

(TribunPalu/)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved