Jumat, 17 April 2026

Bharada E Buka Suara, Ungkap Informasi Penting Terkait Penembakan Brigadir J, Begini Keterangan LPSK

Bharada E yang disebutkan menembak Brigadir J buka suara ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK.

Handover
Sosok Bhrada E yang disebutkan menembak Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri buka suara ke LPSK. 

Mereka akan menyandingkan fakta-fakta yang ditemukan, dengan pengalaman yang pernah didapat Komnas HAM dalam menangani satu perkara atau peristiwa.

Anam bilang, yang nanti akan menjadi fokus juga terkait pemeriksaan karakter luka di tubuh Brigadir J, penggunaan senjata dan tata kelola CCTV yang kemudian menjadi sorotan masyarakat luas.

"Apapun motifnya, kita tidak bisa ngomong motif kalau kita tidak berangkat dari fakta-fakta," kata Anam.

Informasi terakhir, Anam menyebut bahwa ada sejumlah polisi yang diperiksa, terkait intimidasi yang dialami sejumlah rekan jurnalis.

Pengacara baru lampirkan bukti awal

Di sisi lain, Koordinator hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, mengatakan bukti yang diberikan kepada polisi dan ditunjukkan ke publik barulah bukti awal.

Kamaruddin memastikan, pihaknya masih memiliki bukti-bukti yang memperkuat adanya dugaan penganiayaan hingga pembunuhan terencana terhadap Brigadir J.

“Ini baru bukti awal ada satu bundel tadi kami berikan (ke polisi),” kata Kamaruddin, Senin (18/7/2022).

“Kemudian nanti masih akan ada satu lagi bukti-bukti susulan.”

Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin juga meminta dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang digunakan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo dan istri beserta rombongan dalam perjalanan dari Magelang ke Jakarta.

Sebab, satu di antara dua locus delicti tewasnya Brigadir J berkemungkinan terjadi dalam perjalanan dari Magelang menuju rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

“Semua mobil yang dipakai dari Magelang ini supaya diamankan dulu, mobil apa yang dipakai dari apa dari Magelang ke Jakarta supaya diamankan,” ucap Kamaruddin.

“Demikian juga CCTV-CCTV mulai dari Magelang di jalan tol itu supaya diamankan juga, lintasan-lintasan yang mereka lintasi.”

Tidak hanya itu, Kamaruddin juga mendesak pihak kepolisian untuk berani menyita handphone Irjen Ferdy Sambo dan istri beserta seluruh ajudannya.

Sehingga dapat terungkap apa yang sesungguhnya terjadi di balik tewasnya Brigadir J.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved