Banjir Banggai

Desa Tuntung Banggai Kembali Diterjang Banjir, Warga Histeris Minta Tolong

Banjir kembali menerjang Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (3/8/2022) siang.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Banjir kembali menerjang Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Rabu (3/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Banjir kembali menerjang Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (3/8/2022) siang.

Sejumlah rumah warga Desa Tuntung terendam, bahkan jalan trans Sulawesi ikut terdampak karena tertimbun material batu dan pasir.

BPBD Banggai melaporkan, sebanyak 5 rumah warga yang terancam tergerus banjir banjir. Sedangkan jalan trans Sulawesi yang sebelum tertimbun sudah bisa dilalui kendaraan.

Sementara itu, seorang warga Desa Tuntung kepada Tribun Palu mengungkapkan, hujan mulai mengguyur wilayah Bunta dan sekitarnya sekitar pukul 11.00 hingga 15.00 Wita.

Setelah hujan reda, banjir pun melanda Desa Tuntung dengan volume air yang cukup besar.

Baca juga: Benyamin Pongdatu Dinonaktifkan dari Jabatan Kepala DKP Banggai, Ini Alasannya

"Bahkan terkesan lebih besar dari banjir yang terjadi beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Banjir juga menjebol tanggul di bantaran sungai yang dibuat perusahaan nikel PT Koninis Fajar Mineral (KFM) pasca-banjir sebelumnya.

Akjbat jebolnya tanggul itu, sehingga mengakibatkan air hujan merambat ke lapangan bola dan sampai merendam pemukiman warga.

"Warga teriak histeris minta tolong saat banjir menerjang," kata dia.

Sebelumnya, Bupati Banggai Amirudin Tamoreka menegaskan banjir di wilayah Kecamatan Bunta termasuk di Desa Tuntung akibat dampak dari aktivitas PT KFM.

Hal itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi penanganan dan kesiapsiagaan pasca-bencana banjir di wilayah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada Senin (1/8/2022) lalu.

Baca juga: Alat Berat Dikerahkan Evakuasi Truk Terperosok di Hunduhon Banggai, Kendaraan Sudah Bisa Melintas

Karena itu, Bupati Amirudin mengaku akan memanggil khusus PT KFM untuk mempertanggungjawabkan aktivitas perusahaan yang menjadi salah satu penyebab banjir di Kecamatan Bunta

"Kami akan panggil khusus PT. KFM untuk mempertanggungjawabkan Amdal mereka yang bermasalah yang menyebabkan banjir di Desa Tuntung, Pongian dan Koninis," tegasnya, dikutip dari rilis Diskominfo Banggai.

Perusahaan nikel itu, kata dia, selalu berkilah bahwa banjir tersebut bukan disebabkan oleh mereka.

Tetapi ketika Pemkab Banggai meninjau langsung di lapangan, ditemukan fakta sebaliknya.

"Saat kami meninjau lapangan, ditemukan tempat-tempat mereka telah terendam banjir, padahal lama hujan baru 30 menit," ungkap Bupati Amirudin. 

Selain tidak membuat saluran drainase, akses jalan koridor yang dibangun PT KFM runtuh, dan bahkan menutupi ruas jalan trans Sulawesi. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved