KKB Papua

KKB Papua Masuk Jebakan TNI-Polri, Niat Ambil Bekal Perang Berujung Tewas Dihujani Tembakan!

Jika tak melakukan serangan ke pos TNI-Polri, KKB Papua tak segan-segan menebar teror di perkampungan warga.

Editor: Muh Ruliansyah
TribunManado
Foto ilustrasi - Kontak tembak Prajurit TNI-Polri dan KKB Papua. 

TRIBUNPALU.COM - Anggota KKB Papua tak henti-hentinya melancarkan aksi teror di Bumi Cenderawasih.

Sasaran KKB Papua tak hanya TNI-Polri saja.

Jika tak melakukan serangan ke pos TNI-Polri, KKB Papua tak segan-segan menebar teror di perkampungan warga.

Dengan berbagai alasan, mereka melancarkan aksinya untuk membunuh warga secara kejam.

Kebengisan Anggota KKB tersebut sudah dilakukan berulang kali di berbagai tempat di Papua. Mereka membunuh lalu lari masuk hutan.

Baca juga: NEKAT Hadang Prajurit TNI-Polri, Anggota KKB Papua Rontok Dihujani Tembakan di Dekat Tebing!

Karena faktor itulah, sehingga Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak henti-hentinya menerjunkan personel ke daerah bergolak itu.

Penerjunan prajurit TNI Polri tersebut hanya untuk satu tujuan, yakni mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat sekaligus menegakkan wilayah kedaulatan NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ).

Untuk itulah sehingga pasca tiba di Bumi Cenderawasih, prajurit TNI Polri pun langsung bergerak menyisir semua wilayah.

Hutan belukar dilalui tanpa mempedulikan keselamatan jiwanya. Beratnya medan pun tak dihiraukan, kendati ancaman senantiasa mengintai dari balik pepohonan.

Atas semboyan NKRI harga mati, para prajurit itu melangkah pasti membelah hutan belantara, menaklukan lembah dan ngarai yang ditemui sepanjang jalan.

Sepertinya halnya yang terjadi baru-baru ini, ketika para prajurit sedang bergerak menuju sebuah perkampungan di pedalaman Papua.

Baca juga: Anggotanya Tewas Dikeroyok KKB dan Kehilangan Senjata di Nduga, Ini Nasib Sang Komandan Brimob

Dari sebuah video yang viral di media sosial, terlihat bahwa hari itu, cuaca sedikit lebih cerah. Cahaya mentari agak menyengat walau jarum jam baru menunjukkan pukul 10.00 WIT.

Meski garangnya mentari demikian membakar, namun aparat berseragam loreng itu tak selangkah pun bergerak mundur. Mereka tetap maju apa pun risikonya.

Dan, tatkala memasuki kampung yang dituju, dari kejauhan masyarakat terlihat larut dalam kesibukan. Ada yang berkumpul di luar rumah, yang lainnya terlihat pulang membawa barang ke honai.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved