Komunitas Sulteng
Belajar dari Gempa 2018, IKA Teknik Untad Gagas Emergency Shelter untuk Korban Bencana
Pembuatan Emergency Shelter tidak terlepas dari pengalaman bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan sekitarnya pada 2018.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - Ikatan Alumni (IKA) Teknik Universitas Tadulako (Untad) tengah merancang pembangunan Emergency Shelter sebagai bagian Mitigasi bagi korban bencana.
Pembuatan Emergency Shelter tidak terlepas dari pengalaman bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan sekitarnya pada 2018.
Emergency Shelter ini nantinya berfungsi sebagai tempat penampungan darurat yang telah dilengkapi dengan fasilitas lainnya seperti air dan listrik.
"Konsep dari Emergency Shelter ini yaitu cepat, tepat dan berguna. Proses pembuatannya lebih cepat serta terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat. Emergency shelter ini digagas teman-teman alumni Teknik Untad dan harapannya bisa digunakan ketika bencana terjadi," ujar Ketua IKA Teknik Untad Arwan Ibrahim kepada wartawan, Kota Palu, Sabtu (15/10/2022).
Ibrahim menuturkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Palu terkait pembuatan Emergency Shelter
Baca juga: Ketua IKA Teknik Universitas Tadulako Dorong 4 Prodi di Sulteng
Dalam kerja sama itu, IKA Untad juga mendapat tantangan langsung dari Wali Kota Palu Hadianto Rasyid untuk mendesain taman di sejumlah sudut kota.
Arwan menyebut penggunaan anggaran nantinya bersumber dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
"Dananya itu dari CSR namun konsepnya dari alumni Teknik Untad. Harapannya walikota terdapat ruang terbuka hijau di setiap sudut kota," katanya.
"Ke depan akan banyak kegiatan-kegiatan sosial yang akan kami lakukan. Termasuk event besar yaitu memperingati empat dekade HUT Teknik Untad di 2023. Kami harap alumni Teknik Untad bisa bersaing dengan alumni dari kampus lain. Karena memang banyak alumni kita memiliki peran strategis hanya saja kami di pengurus baru mengetahui," ucap Arwan.(*)