Sidang Ferdy Sambo Cs

Sempat Ingin Tolong Brigadir J, Ini 3 Pengakuan Terbaru Bharada E Selama Persidangan

Bharada E alias Bharada Richard Eliezer Pudihang akan kembali menjalani persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.

Editor: Muh Ruliansyah
handover
Jelang persidangan, pengacara Bharada E, Ronny Talapessy mengungkap sejumlah pengakuan dari kliennya. 

TRIBUNPALU.COM - Bharada E alias Bharada Richard Eliezer Pudihang akan kembali menjalani persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.

Jelang persidangan, pengacara Bharada E, Ronny Talapessy mengungkap sejumlah pengakuan dari kliennya.

Pengakuan itu terkait apa saja yang dilakukan Bharada E di detik-detik pembunuhan Brigadir J.

Serta harapan Bharada E terkait vonis hakim.

Dalam perkara itu, JPU mendakwa Eliezer dengan Pasal 340, subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca juga: Terungkap Usaha Terakhir Bharada E Selamatkan Brigadir J, Berharap Sempat Bilang Bang Lari Bang

Ancaman hukuman tertingginya adalah pidana mati.

Saat ini Eliezer adalah satu-satunya terdakwa dalam kasus itu yang berstatus sebagai justice collaborator, atau pihak yang bersedia bekerja sama mengungkap kejahatan.

Akan tetapi bukan berarti dengan menyandang status justice collaborator itu maka hukuman terhadap Eliezer diharapakan akan lebih ringan.

Dia juga mesti membuktikan peranannya dan keterangannya selama ini bahwa hanya diperintah oleh Ferdy Sambo, yang saat itu masih menjabat Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam) Polri, untuk menghabisi Yosua.

Berikut ini rangkuman pengakuan terbaru Eliezer yang dituturkan oleh kuasa hukumnya seputar perkara pembunuhan berencana Brigadir J.

1. Sempat ingin selamatkan Yosua

Menurut Ronny, Eliezer sempat menyampaikan kepadanya berniat untuk menyelamatkan Yosua sebelum dihabisi tapi tidak mempunyai kesempatan.

"Iya itu kan disampaikan kepada saya seperti bahwa kalau ada kesempatan kan bisa langsung ngomong," kata Ronny dalam program Kompas Malam di Kompas TV, Minggu (23/10/2022).

"Cuma kan ini mungkin tidak ada waktu yang...,waktunya terlalu pendek, kemudian tidak ada kesempatan untuk berbicara langsung dan klien saya dalam situasi ketakutan, panik," ucap Ronny.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved