Porprov Sulteng 2022

Pembangunan Venue Panjat Tebing Digenjot Jelang Porprov Sulteng di Banggai

Pembangunan venue cabang olahraga panjat tebing di kawasan Bukit Halimun Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan, Rabu (16/11/2022).

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ASNAWI ZIKRI
Pembangunan venue cabang olahraga panjat tebing di kawasan Bukit Halimun Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan, Rabu (16/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Pembangunan venue cabang olahraga panjat tebing terus digenjot menjelang pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kabupaten Banggai pada 10 Desember 2022.

Proyek venue yang menelan anggaran sebesar hampir Rp 1,6 miliar itu harus rampung tepat waktu sebelum pembukaan event 4 tahunan tersebut.

Amatan TribunPalu.com, pembangunan venue panjat tebing baru tahap pengerjaan cakar ayam atau pondasi.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Taman Raga ini dianggarkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 1.580.000.000.

Kontrak dimulai pada tanggal 28 Oktober 2022, dan waktu pelaksanaan hingga 55 hari kalender.

Baca juga: Polisi Tangkap Pria 50 Tahun di Banggai karena Narkoba

Sekretaris Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Banggai, Imanuel Monggesang, menegaskan, kualitas pengerjaan harus tetap menjadi prioritas meski dikejar waktu.

Begitupun dengan standar kompetisi karena venue panjat tebing ini bukan hanya untuk kepentingan Porprov saja.

Tetapi untuk jangka waktu yang panjang demi masa depan atlet panjat tebing Kabupaten Banggai.

"Jangan asal-asalan dibangun hanya karena alasan waktu. Kualitas pengerjaan dan standar kompetisi harus diutamakan," tegas Nuel-sapaan akrabnya, Rabu (16/11/2022).

Sebelumnya, Ketua FPTI Kabupaten Banggai, Gulbahar Ndilao, mengaku optimistis venue akan rampung sesuai rencana pada 6 Desember 2022.

Saat ini, lanjut dia, sedang dibangun dinding panjat tebing di kawasan Bukit Halimun yang menelan anggaran sebesar hampir Rp 1,6 miliar.

Namun, masih ada prasarana panjat tebing lainnya yang belum dianggarkan. Seperti timer, volume, point, tali, lampu, dan matras.

"Kami usulkan Rp 2,4 miliar. Kalau sudah ada anggarannya langsung dipesan sarana dan prasarana panjat tebing lainnya," kata Bahar-sapaan akrabnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved