Selasa, 5 Mei 2026

Pemilu 2024 Sulteng

Ketua Bawaslu Sulteng Sebut Tantangan Pemilu 2024 Lebih Berat dari 2019

Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah (Sulteng) Jamrin menyebut tantangan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan lebih berat ketimbang pada 2019.

Tayang:
handover
Ketua Bawaslu Sulteng Jamrin 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah (Sulteng) Jamrin menyebut tantangan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan lebih berat ketimbang pada 2019.

Jamrin mengatakan, hal ini karena Pemilu 2024 berbarengan dengan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Sebab masyarakat tak hanya memilih calon presiden, wakil presiden, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Melainkan juga memilih Gubernur, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) hingga walikota maupun bupati.

Baca juga: 75 Panitia Pemilihan Kecamatan di Sigi Bakal Dilantik, Berikut Jadwalnya

"Karena Pemilu ini beririsan, di mana tahapan pemilu 2024 belum selesai, kita sudah masuk pilkada. Sehingga potensi pelanggaran bisa meningkat, jadi tantangannya juga lebih berat," ujar Jamrin, Sabtu (17/12/2022).

Saat Pilkada 2020, Bawaslu Sulteng mencatat adanya 92 pelanggaran berdasarkan hasil pengawasan.

Berkaca dari pengalaman tersebut, Bawaslu Sulteng terus mengembangkan pola pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2024.

Baca juga: Aktivis Pemuda Sulteng Soroti Hasil Seleksi PPK Banggai Laut

Guna meningkatkan partisipatif tersebut, Jamrin menyebut pihaknya menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) hingga kampus.

"Pola pengawasan partisipatif ini sebagai upaya meningkatkan semangat masyarakat untuk membantuk melakukan pengawasan. Artinya mata dan telinga Bawaslu itu ada pada masyarakat. Masyarakat bisa memberikan melaporkan jika menemukan adanya pelanggaran untuk kami proses," tuturnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved