Kamis, 9 April 2026

Pilgub Sulteng 2024

Keyakinan Anwar Hafid di Pilgub Sulteng dan Koleksi Lukisan SBY

Koleksi lukisan SBY di ruang tamu jadi salah satu penyemangat Anwar Hafid (55), di dua bulan periode krusial Pilkada Gubernur Sulawesi Tengah.

Penulis: Haqir Muhakir |
TribunPalu.com
Koleksi lukisan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di ruang tamu kediaman Anwar Hafid (55), di Jl Sam Ratulangi, Kota Palu. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Koleksi lukisan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di ruang tamu di Jl Sam Ratulangi, Kota Palu, jadi salah satu penyemangat Anwar Hafid (55), di dua bulan periode krusial Pilkada Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) 2024.

Pesaing ketatnya, Ahmad Ali-Karim, ternyata mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), pukul 18.52 WIB, Senin (16/12/2024) malam.

Gugatan hasil penetapan KPU ini, hanya berselang 5 jam sebelum akhir masa pendaftaran gugatan sengkata pilkada, Selasa (17/12/2024) dini hari.

"Lukisan Pak SBY ini saya suka sekali, sebab judulnya "Kuyakin Sampai Disana," ujar Anwar Hafid, soal makna personal lukisan yang dia beli dari lelang tahun 2023 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Lukisan "Pak SBY" yang dimaksud Anwar adalah gambar cat akrilik karya pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lukisan gaya realisme berdimensi 120cm X 50cm itu tentang pemandangan hutan di bibir danau. 

Anwar Hafid juga adalah Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng dua periode 2016-2021 dan 2021-2026. 

Sejatinya Anwar Hafid tiga periode jabat ketua. 

Saat akan mendaftar sebagai kontestan Pilkada Sulteng 2015, bersama Sigit "Pasha Ungu" Purnomo Said, Anwar tetiba dilengserkan jadi ketua DPD melalui surat yang diteken SBY dan Hinca Panjaitan. 

Mayjen TNI (Purn) Geerhan Lantara ditunjuk jadi Plt.

Namun, karena keyakinan menyejahterakan rakyat Sulteng tak pernah padam, ikhtiar politiknya terus berlanjut.

Dia dan Pasha Ungu memang gagal masuk lintasan pertarungan Pilgub Sulteng 2020.

Demokrat, partai yang dibelanya selama 10 tahun saat jadi Bupati Morowali (2007-2018), justru mendukung Rusdi Mastura-Makmun Amir, bersama Nasdem, Hanura, PAN, Perindo, PKB, Golkar, PKS, PPP dan enam parpol non-parlemen. Inilah pemenang.

Sedangkan kontestan Pilgub lainnya, Hidayat Lamakarate-Bartolomeus Tandigala, diusung PDIP, Gerindra, serta PBB.

Anwar Hafid yang hanya mengandalkan Demokrat, butuh dua kursi parlemen, gagal bertarung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved