Kamis, 16 April 2026

Pilpres 2024

Peluang Koalisi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Terwujud, Pengamat: Ada Dua Kondisi

Isu koalisi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo mencuat jelang Pilpres 2024. Pengamat sebut ada dua kondisi agar wacana itu menjadi kenyataan.

Handover
Foto Kolase - Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Isu koalisi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo mencuat jelang Pilpres 2024. Pengamat sebut ada dua kondisi agar wacana itu menjadi kenyataan. 

TRIBUNPALU.COM - Isu koalisi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo mencuat jelang pencoblosan Pilpres 2024.

Muncul wacana bergabungnya koalisi pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 dan nomor urut 3 untuk putaran kedua Pilpres 2024.

Menurut Pengamat politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, secara psikologi bukan hal yang mengejutkan jika paslon nomor urut 1 dan 3 bergabung.

Pasalnya, kata Ujang, setidaknya ada dua kondisi yang bisa menjadikan wacana itu menjadi kenyataan.

Apa saja?

Pertama, kata Ujang, elektabilitas Prabowo - Gibran terus berada di puncak.

"Secara psikologi memang seperti itu, kenapa karena Prabowo - Gibran surveinya paling tinggi, dan mengalahkan pasangan 1 dan 3," kata Ujang kepada Tribunnews.com, Selasa (16/1/2024).

"Maka seandainya di putaran kedua mereka bergabung, maka itu sesuatu yang umum, bukan aneh. Karena secara politik pasangan 1 dan 3 tertinggal elektabilitasnya," lanjut dia.

Kondisi kedua, yakni adanya kepentingan yang mirip-mirip antara paslon 1 dan 3.

Misalnya dengan tendensi dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Prabowo - Gibran, sehingga kubu paslon 1 dan 3 sama-sama ingin mengalahkan kekuatan tersebut.

Sehingga menurut Ujang, secara konstruksi politik, tidak ada yang aneh dan mengejutkan dari wacana meleburnya 2 koalisi parpol pada putaran kedua nanti.

"Lalu kepentingannya mirip - mirip. Katakanlah mengalahkan Jokowi di mana Jokowi mendukung Prabowo - Gibran, di saat yang sama mengalahkan elektabilitasnya Prabowo - Gibran yang naik," jelas dia.

Namun Ujang mengingatkan bahwa politik merupakan ranah yang amat dinamis, bergantung pada kepentingan apa yang dibawa dan disepakati.

"Tetapi jangan lupa politik itu dinamis, berubah, tergantung kepentingannya. Jadi di ujung kalau kepentingannya sama ya bergabung. Tapi kalau kepentingannya berbeda 1 dan 3 tidak akan bergabung," pungkas Ujang.

Sebagai informasi, berdasarkan sejumlah hasil survei, paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diprediksi bakal melenggang ke putaran kedua Pilpres 2024.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved