Palu Hari Ini

Eksplorasi 3 Jenis Kain dalam Pameran Etnografika di Kota Palu

Pada pameran etnografika yang di gelar di Taman Budaya dan Museum, Kota Palu, Sulawesi Tengah, terdapat 3 kain tradisional.

Editor: Regina Goldie
Handover
Pameran etnografika tersebut berlangsung mulai dari 6 - 10 Agustus 2024, di Gedung Auditorium Museum Sulawesi Tengah, Jl Kemiri, Palu Barat, Kota Palu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zhikra

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pada pameran etnografika yang di gelar di Taman Budaya dan Museum, Kota Palu, Sulawesi Tengah, terdapat 3 kain tradisional yang dipamerkan dan mempunyai nama serta fungsi berbeda.

Pameran etnografika tersebut berlangsung mulai dari 6 - 10 Agustus 2024, di Gedung Auditorium Museum Sulawesi Tengah, Jl Kemiri, Palu Barat, Kota Palu.

Pameran ini terbuka untuk umum, dan tidak dikenakan biaya masuk.

Berikut ketiga jenis kain yang dapat ditemukan pada pameran etnografika :

1. Kain Adat Mbesa

Kain adat mbesa ini berbahan benang toko, memiliki ragam motif hias berupa garis lurus warna merah dan putih.

Kain ini sering digunakan pada upacara adat, seperti tanggal gigi (Nokeso), dan berfungsi sebagai mahar.

Baca juga: 
Banggai Raih Penghargaan UHC Award 2024, Apresiasi untuk Program Jaminan Kesehatan

2. Kain Kulit Kayu Bermotif

Kain kulit kayu bermotif berbahan dasar dari kulit kayu asli, dan bermotif tanduk kerbau, daun beringin, serta bintang.

Kain ini biasa digunakan sebagai tirai atau kain dekorasi adat.

Baca juga: 
Andri Gultom Tekankan Pentingnya BPJS Ketenagakerjaan bagi Tukang

3. Kain Tenun Donggala

Kain Tenun Donggala memiliki warna dasar kuning, serta bermotif bunga dan tumpal atau kotak, dibuat dengan cara gedongan atau menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Kain Tenun Donggala banyak digunakan saat menghadiri upacara adat, perkawinan, penjemputan tamu, hingga hari besar lainnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved