Mata Uang BRICS Siap Tantang Dominasi Dolar AS
Dengan rencana mata uang bersama, BRICS berupaya mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan global yang dikendalikan dolar AS.
TRIBUNPALU.COM - Fenomena dedolarisasi semakin luas menjadi sorotan utama dunia saat ini.
Ada bahkan yang memperkirakan dominasi dolar AS sebagai mata uang utama dunia akan segera berakhir.
BRICS, yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, tengah mempersiapkan mata uang baru yang diperkirakan akan membawa dampak besar pada perdagangan global, investasi langsung, dan portofolio investor dengan cara yang mengejutkan dan tidak terduga.
Baca juga: Lowongan Kerja Tambang, Motion Graphic Designer di IMIP Morowali
Langkah ini juga diperkirakan akan memicu perubahan geopolitik.
Dengan rencana mata uang bersama, BRICS berupaya mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan global yang dikendalikan dolar AS.
Selain itu, minat dari sejumlah negara seperti Turki, Mesir, dan Arab Saudi untuk bergabung menunjukkan bahwa dominasi dolar AS yang mencakup 90 persen dari semua transaksi mata uang internasional bisa mulai terkikis.
Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Mata agar Tetap Optimal
Mata uang BRICS ini diharapkan mampu menjadi alternatif yang mengurangi permintaan terhadap dolar.
Negara-negara BRICS juga ingin memastikan transaksi lebih aman dan stabil tanpa terpengaruh kebijakan dari negara-negara Barat. (*)
| Rupiah Dekati Rp17.000 per Dolar AS, Harga Barang Impor Akan Terpengaruh |
|
|---|
| Nilai Tukar Rupiah Menguat Senin 26 Januari 2026, Capai Rp16.768 per USD |
|
|---|
| Rupiah Menguat Berada di Level Rp16.929 per Dolar AS Kamis 22 Januari 2026 |
|
|---|
| Nilai Tukar Rupiah Tembus Level Terendah Sejak 1988, Berkisar Rp 16.976 |
|
|---|
| Rupiah Hampir Sentuh Rp17.000, Ini Reaksi Menteri Keuangan Purbaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Usnsusn-Habsburg-kna.jpg)