Tito Karnavian: Waspada Terhadap Praktik Politik yang Mengganggu Ketersediaan Beras

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), beras premium mengalami kenaikan harga 0,78 persen menjadi Rp15.550 per kg. 

Editor: Regina Goldie
Handover
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Tito mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, ada indikasi mulai terjadi kelangkaan beras di beberapa daerah. 

TRIBUNPALU.COM - Menjelang pelaksanaan Pilkada 2024, sejumlah daerah mengalami kenaikan harga beras yang menyebabkan kelangkaan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga mengingatkan para kepala daerah agar waspada terhadap kemungkinan kelangkaan beras menjelang Pilkada 2024.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), beras premium mengalami kenaikan harga 0,78 persen menjadi Rp15.550 per kg. 

Sementara harga beras medium naik di angka 0,22 persen menjadi Rp13.450 per kg.

Baca juga: Menteri Kesehatan Rencana Beri Program Skrining Kesehatan Gratis di Hari Ulang Tahun pada 2025

Tito Karnavian mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, ada indikasi mulai terjadi kelangkaan beras di beberapa daerah.

Fenomena ini, kata dia, berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung pada 27 November 2024.

"Salah satu yang perlu kita waspadai dan informasi yang sudah kita terima, mulai terjadi merangkak naik di beberapa daerah (kelangkaan stok beras, red)," kata Tito Karnaviandalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024, Senin (4/11/2024).

Tito Karnavian mengungkapkan bahwa ini mirip dengan apa yang terjadi menjelang pemilihan legislatif (Pileg) sebelumnya pada 14 Februari 2024.

Baca juga: KPU Banggai Mulai Lipat Surat Suara Pilkada 2024, Dikawal Ketat Aparat

Saat itu, dua pekan sebelum Pileg, pihaknya mencatat terdapat kelangkaan beras di beberapa daerah.

"Dulu pernah terjadi, dua minggu sebelum pileg terutama, di 14 Februari 2024 yang lalu, kalau kita lihat jejak digitalnya, pernah terjadi hampir dua minggu lebih kelangkaan beras," ujar Tito Karnavian.

"Setelah itu saya cek kenapa terjadi kelangkaan di beberapa tempat, ya ada yang memborong beras," lanjutnya.

Tito Karnavian menyebut kelangkaan tersebut disebabkan oleh oknum yang memborong stok beras untuk kepentingan politik.

Baca juga: 2.795 Pelamar Jalani Seleksi CPNS Banggai, Bersaing Mengisi 250 Formasi

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved