Rabu, 8 April 2026

Parimo Hari Ini

Kadin Parimo Desak Kapolres Baru Tindak Tambang Emas Ilegal

Ketua KADIN Parimo, Faradiba Zaenong, menyebut pertambangan ilegal semakin marak dan berdampak serius terhadap kehidupan warga.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Handover
Ketua Kadin Parimo, Faradiba Zaenong mendesak Kapolres baru bertindak tegas terhadap tambang emas ilegal. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mendesak Kapolres baru bertindak tegas terhadap tambang emas ilegal.

Ketua KADIN Parimo, Faradiba Zaenong, menyebut pertambangan ilegal semakin marak dan berdampak serius terhadap kehidupan warga.

Baca juga: Kadin Parimo Sebut Tambang Ilegal Rugikan Petani Setempat

Ia menilai kerusakan lahan pertanian, pencemaran air sungai, dan konflik sosial makin sulit dikendalikan.

“Kami minta Kapolres AKBP Hendrawan Agustian Nugraha segera turun tangan dan menertibkan tambang ilegal,” ujarnya.

Faradiba menyebut petani sebagai pihak paling terdampak akibat rusaknya kebun, sawah, dan sumber air bersih.

“Petani tidak bisa panen, irigasi kotor, tapi para penambang justru terus diuntungkan,” tegasnya.

Ia menegaskan, aktivitas tambang ilegal bukan hanya soal hukum, tapi juga soal masa depan ekonomi daerah.

Menurutnya, jika tidak dihentikan, sektor unggulan seperti perkebunan durian bisa ikut terdampak negatif.

Saat ini, kata Faradiba, Parigi Moutong tengah mempersiapkan ekspor durian ke pasar China dalam waktu dekat.

“Kalau lahan durian rusak, maka peluang investasi triliunan dan lapangan kerja bisa lenyap,” ungkapnya.

Dia menyatakan sangat mendukung penuh langkah Polri memberantas tambang ilegal demi menyelamatkan ekonomi rakyat.

Baca juga: Sekjen Apdurin Sebut Ekspor Durian Segar di Parimo Sulteng Masih Rendah

Faradiba juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk bertindak.

Ia menilai diperlukan upaya serius dan pendekatan yang menyentuh akar persoalan di lapangan.

“Jangan tunda lagi. Tangkap cukong, sita alat berat, dan pulihkan lahan yang sudah rusak,” tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved