BPJS Kesehatan

JKN Bantu Alif Pulih dari Serangan Maag Akut

Pengalaman tidak menyenangkan dialami Alif (20), seorang mahasiswa di Kota Palu, pada Juli tahun 2023 lalu.

Editor: Lisna Ali
istimewa
Kisah Alif (20), seorang mahasiswa di Kota Palu mengalami Serangan Maag Akut. 

TRIBUNPALU.COM - Pengalaman tidak menyenangkan dialami Alif (20), seorang mahasiswa di Kota Palu, pada Juli tahun 2023 lalu.

Alif mengalami gejala muntah-muntah dan demam tinggi secara tiba-tiba. Saat itu, kondisi tubuhnya memburuk dengan cepat, hingga membuat orang tuanya khawatir dan segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Beruntung,

Alif telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) kelas satu sebagai tanggungan orang tuanya yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara.

“Saya waktu itu muntah terus dari pagi sampai siang, badan juga demam tinggi. Saya pikir hanya masuk angin atau kecapekan karena memang sedang banyak aktivitas sebagai mahasiswa di kampus. Tapi lama-lama makin parah rasanya,” cerita Alif saat ditemui pada Kamis (10/4).

Karena gejalanya tak kunjung mereda, orang tua Alif membawanya ke Puskesmas Nosarara untuk mendapatkan penanganan awal.

Ia diperiksa oleh Dokter Umum dan diberikan obat, serta dianjurkan untuk banyak istirahat. Namun, kondisi Alif tak juga membaik hingga sore hari.

“Saya sudah minum obat dari puskesmas dan mencoba istirahat di rumah. Tapi tetap merasakan mual, muntah, dan perut terasa tidak enak, apapun makanan yang masuk, akan saya muntahkan kembali. Akhirnya sore itu saya dibawa lagi, kali ini langsung ke UGD Rumah Sakit Anutapura,” jelasnya.

Sesampainya di UGD, Alif langsung ditangani oleh dokter dan menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk tes darah. Awalnya, dokter menduga Alif mengalami usus buntu karena nyeri di bagian perut dan muntah-muntah yang cukup hebat.

Namun, setelah dokter melakukan observasi dan pemeriksaan lebih lanjut, akhirnya dokter memastikan bahwa Alif mengalami sakit maag akut.

“Setelah pemeriksaan menyeluruh, dokter bilang saya tidak kena usus buntu, tapi maag. Mungkin karena pola makan saya memang tidak teratur, kadang telat makan, dan suka minum kopi juga, dokter juga mengedukasi bahwa hal yang saya lakukan ini memang dapat memicu kambuhnya maag,” ungkap Alif.

Ia kemudian dirawat inap selama tiga hari di Rumah Sakit Anutapura untuk pemulihan.

Selama masa perawatan, Alif mendapatkan infus, obat lambung, serta terapi makan khusus untuk mengurangi produksi asam lambung dan menenangkan sistem pencernaannya. Seluruh pelayanan tersebut ditanggung oleh program JKN.

“Saya tidak bayar sepeser pun. Semua ditanggung BPJS Kesehatan, mulai dari kamar, pemeriksaan laboratorium, sampai obat-obatan. Sangat terbantu sekali, karena saya bisa fokus sembuh tanpa mikirin biaya,” ucapnya.

Alif juga mengapresiasi kualitas pelayanan yang ia terima selama berada di rumah sakit Anutapura.

Menurutnya, tenaga medis bekerja dengan sigap dan profesional, serta menjelaskan kondisi kesehatannya secara detail, hal itu membuatnya merasa tenang dan nyaman menjalani perawatan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved