Indonesia Jadi Kunci Global, Vaksin TBC Bill Gates Siap Diuji
Uji klinis Vaksin TBC ini mendapat persetujuan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI setelah melewati proses evaluasi ilmiah.
TRIBUNPALU.COM - Indonesia resmi menjadi salah satu negara lokasi uji klinis tahap akhir (fase 3) Vaksin Tuberkulosis (TBC) yang dikembangkan oleh Bill Gates Foundation bekerja sama dengan perusahaan farmasi GlaxoSmithKline (GSK) dan Aeras.
Keputusan ini menjadi bagian dari upaya global mengembangkan Vaksin TBC yang efektif untuk mencegah TBC, penyakit yang masih menjadi pembunuh diam-diam di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca juga: Terlibat dalam Praktik Haji Ilegal, Dua WNI Asal Jawa Barat Ditangkap Kepolisian Arab Saudi
Uji klinis Vaksin TBC ini mendapat persetujuan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI setelah melewati proses evaluasi ilmiah ketat oleh tim independen dari Komite Nasional Evaluasi Obat.
Melansir dari Kompas, Tim ini terdiri dari para ahli dari berbagai universitas ternama, termasuk Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Taruna menjelaskan, vaksin TBC ini sebelumnya sudah melalui uji klinis fase 1 dan fase 2 di negara maju seperti Swiss.
Fokus dari dua fase awal itu adalah memastikan keamanan dan dosis yang tepat, dan hasilnya menunjukkan bahwa vaksin ini aman dengan efek samping ringan seperti demam, mirip dengan vaksin lainnya.
Baca juga: Imbauan Sholat Jumat di Masjidil Haram untuk Jemaah Haji Indonesia
“Uji (fase) tiga sudah melalui proses yang panjang, maka efek samping yang dikhawatirkan saya kira bisa ditolerin” Tutur Ikrar kepala BPOM di gedung DPR RI yang dikutip dari Kompas (15/5/2025).
Kenapa Indonesia Terlibat? Ini Alasan Kuatnya
Ada alasan besar mengapa Indonesia sangat relevan dalam uji klinis ini. Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua di dunia, setelah India.
Setiap tahun, sekitar 100.000 orang meninggal dunia akibat penyakit ini di Indonesia, dan jumlah pasien aktif diperkirakan mendekati 2 juta orang.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, juga menyebut bahwa keterlibatan Indonesia merupakan bagian dari kontribusi global dalam inovasi medis.
Ia meminta masyarakat tidak terjebak dalam isu konspirasi dan tetap percaya pada proses ilmiah.
Uji Klinis Dilakukan Secara Sukarela dan Transparan
Uji klinis vaksin ini menggunakan metode “double blind” yang artinya baik relawan maupun tim medis tidak tahu siapa yang mendapat vaksin dan siapa yang menerima plasebo, demi menjaga objektivitas data.
Di Indonesia, uji klinis akan melibatkan sekitar 2.000 relawan dari total 20.000 relawan global. Yang penting, semua relawan dipastikan:
Berpartisipasi secara sukarela
Tidak dipungut biaya
Diberikan informasi lengkap tentang proses uji coba
“Yang pertama, uji klinis kriteria etiknya tidak boleh ada paksaan. Harus sukarela dan tidak dipungut bayaran itu pasti,” jelas Taruna.
Presiden RI Prabowo Subianto sendiri menyambut baik kerja sama ini. Dalam pertemuannya dengan Bill Gates pada awal Mei 2025 lalu, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia mendukung penuh pengembangan vaksin ini dan siap menjadi mitra strategis dalam upaya mengatasi TBC.
Baca juga: Cek Harga BBM di Pertamina Se-Indonesia Hari Ini Jumat 16 Mei 2025
| Legislator Golkar Zainal Abidin Nahkodai Himpunan Pengusaha MBG di Sulteng |
|
|---|
| Gandeng BPBD Touna, BRI Cabang Ampana Perkuat Mitigasi Bencana Karyawan |
|
|---|
| BP3MI Sulawesi Tengah Fasilitasi Pemulangan Eka Arwati, PMI yang Sempat Viral di Oman |
|
|---|
| Muprov VIII Kadin Sulawesi Tengah Ditunda, Jadwal Baru 22–24 Mei 2026 |
|
|---|
| Tiba di Palu, Eka Arwati Ingin Buka Usaha Jual Makanan di Kampus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/vaksin-TBCC.jpg)