Senin, 4 Mei 2026

Parimo Hari Ini

Dorong Hilirisasi Produk Kelapa, Disperindag Parimo: Jangan Lagi Jual Mentah

Disperindag Parimo menilai, penjualan kelapa dalam bentuk mentah mengurangi nilai ekonomi dan manfaat untuk daerah.

Tayang:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Faaiz/TribunPalu
Aktivitas petani kelapa di Desa Lambunu, Kecamatan Bolano Lambunu, Parimo, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendorong hilirisasi produk turunan kelapa agar tidak lagi dijual mentah.

Disperindag Parimo menilai, penjualan kelapa dalam bentuk mentah mengurangi nilai ekonomi dan manfaat untuk daerah.

Baca juga: Beasiswa Kerajaan Maroko 2025 Jenjang S1 akan Dibuka 26 Mei, Cek Syarat Pendaftaran

“Kita dorong supaya kelapa diolah dulu sebelum dijual,” kata Kabid Industri Hasil Hutan, Kerajinan, Logam, Mesin dan Aneka Alat Angkut Disperindag Parimo, Narjan Djibran, belum lama ini.

Ia menyebut, pengolahan bisa berupa pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO), nata de coco, atau briket tempurung.

Satu butir kelapa, menurut Narjan, dapat menghasilkan banyak produk turunan yang bernilai jual tinggi.

Baca juga: Segera Cair, Ini Besaran Subsidi Upah bagi Pekerja Bergaji di Bawah Rp 3,5 Juta

“Semua bagian kelapa bisa diolah. Itu bisa menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja,” jelasnya.

Menurutnya, hilirisasi menjadi solusi untuk menekan ketergantungan pada penjualan kelapa mentah ke luar daerah.

“Kalau terus jual mentah, kita kehilangan potensi besar,” ujar Narjan kepada TribunPalu.com.

Disperindag saat ini tengah mendorong rencana peraturan bupati (perbup) terkait pembatasan penjualan kelapa mentah.

Baca juga: Dua Mahasiswi Disandera OTK di Gunung Uwentumbu Palu Berhasil Diselamatkan, Pelaku Masih Diburu

Langkah ini juga dinilai penting untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri lokal kelapa.

“Kita butuh stok kelapa kalau mau produksi lokal. Jangan semua dijual keluar,” tegas Narjan.

Ia menambahkan, potensi kelapa di Parimo sangat besar dan bisa menjadi unggulan daerah setelah sektor perikanan.

“Kita punya sumber daya, tinggal bagaimana mengelola dengan serius,” tambahnya.

Baca juga: Kapan Lebaran Haji 2025? Catat Tanggalnya

Program hilirisasi ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pemerintah daerah juga membuka ruang kemitraan dengan pelaku usaha kecil dan koperasi untuk mendukung program ini.

"Komoditi kelapa ini bagus untuk dikembangkan, sehingga butuh ketersesiaan bahan baku," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved