Palu Hari Ini
Mangrove Rangers dan Mahasiswa Kompak Bersihkan Pantai dan Tanam Bibit Mangrove di Palu
Kegiatan bertema “Bersama Menanam dan Melestarikan, Aksi Nyata untuk Lingkungan” ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 24-25 Mei 2025.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati, komunitas Mangrove Rangers Kota Palu bersama mahasiswa Universitas Aziz Lamadjido (Azlam) dan Universitas Tadulako (Untad) menggelar aksi bersih pantai serta penanaman bibit mangrove, Minggu (25/5/2025).
Aksi itu berlangsung di kawasan Pantai Dupa, Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Baca juga: Rekrutmen Calon Kepala Sekolah untuk Sekolah Rakyat Dimulai, Ini Syaratnya
Kegiatan bertema “Bersama Menanam dan Melestarikan, Aksi Nyata untuk Lingkungan” ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu dan Minggu, 24–25 Mei 2025.
Pantauan TribunPalu.com, Minggu (25/5/2025), aksi dimulai sejak pagi hari pukul 06.30 WITA, di mana ratusan mahasiswa mulai memunguti sampah di sepanjang pesisir Pantai Dupa.
Baca juga: Siap-siap, Tarif Listrik Bakal Diskon 50 Persen Mulai Juni
Diketahui, kegiatan hari pertama difokuskan pada pembukaan dan sesi diskusi lingkungan (sharing session), yang dikemas dalam bentuk green camp pada malam harinya.
Sementara hari kedua diisi dengan senam pagi bersama, aksi bersih pantai, edukasi lingkungan, serta penanaman bibit mangrove.
Koordinator Mangrove Rangers Palu, Ipang, mengungkapkan bahwa dalam kegiatan ini pihaknya bersama para peserta berhasil menanam sekitar 1.500 propagul mangrove.
Baca juga: Dinas TPHP Parimo Evaluasi Ulang Data Lahan Baku Sawah Tahun 2024
“Penanaman ini merupakan bagian dari peringatan Hari Keanekaragaman Hayati. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi kami dengan Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) FKIP Untad, Universitas Aziz Lamadjido, serta Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tengah,” ujar Ipang kepada TribunPalu.com.
Total peserta yang terlibat dalam aksi tersebut mencapai sekitar 150 mahasiswa dari Untad dan Unazlam, ditambah 10 dosen pendamping serta 15 anggota dari komunitas Mangrove Rangers.
Menurut Ipang, kegiatan semacam ini sudah menjadi rutinitas yang dilakukan oleh komunitas Mangrove Rangers setiap kali memperingati momen-momen penting terkait lingkungan.
Ia juga menegaskan bahwa penanaman mangrove ini bukan sekadar seremonial.
Baca juga: Pernah Tarik Investor Jerman, SIKIM Parimo Tunggu Perbaikan
“Setelah penanaman, kami akan melakukan kontrol berkala terhadap kondisi mangrove yang sudah ditanam. Jadi ini bukan hanya menanam lalu ditinggal, tapi kami pastikan pohon mangrove ini tumbuh dan terawat,” pungkasnya. (*)
Hari Keanekaragaman Hayati
Komunitas Mangrove Rangers Kota Palu
Universitas Abdul Aziz Lamadjido (Azlam)
Universitas Tadulako (Untad)
Kota Palu
Mangrove
Ipang
Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tengah
| SDN 5 Palu Jadi Kandidat Sekolah Rujukan Google Pertama di Kota Palu |
|
|---|
| Kartini Masa Kini, Penyandang Disabilitas di Palu Raih Penghasilan dari Menjahit |
|
|---|
| Nanang Diproyeksikan Jadi Calon Wakil Wali Kota Palu, PKB Siapkan Kader Internal di Pilkada 2029 |
|
|---|
| Momentum Hari Kartini, Kader Posyandu Jadi Pahlawan Untuk Anak Lewat Program "Genting" |
|
|---|
| Polresta Palu Periksa Senjata Api Dinas Personel, Pastikan Keamanan dan Profesionalitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Hari-Keanekaragaman-Hayati.jpg)