Sabtu, 9 Mei 2026

Parimo Hari Ini

Petani Tinombo Selatan Parimo Demo Tolak PETI, Ancam Blokade Jalur Trans Sulawesi

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WITA dengan konvoi keliling sejumlah wilayah Tinombo Selatan. Dalam orasi, massa menuntut penutupan tambang ilegal ya

Tayang:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Faaiz/TribunPalu
Aksi tolak tambang ilegal di Kecamatan Tinombo Selatan, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (28/05/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Sejumlah warga tergabung dalam Persatuan Rakyat Tani (PRT) gelar aksi tolak tambang ilegal di Jembatan Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (28/05/2025).

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WITA dengan konvoi keliling sejumlah wilayah Tinombo Selatan.

Baca juga: Pekerja dengan Upah Dibawah 3,5 Juta Bakal dapat Bantuan Subsidi Upah, Cek Daftar Penerima di Sini

Dalam orasi, massa menuntut penutupan tambang ilegal yang merusak lahan pertanian warga.

“6.000 hektare sawah rusak akibat tambang emas ilegal. Warga sangat resah,” ujar Koorlap Romansyah.

Ia mengatakan penolakan PETI telah dilakukan sejak tahun 2012 lalu.

Namun, hingga kini belum ada penindakan tegas dari aparat kepolisian terhadap pelaku tambang ilegal.

“Tanah kami rusak. Petani bukan sejahtera, malah rugi besar,” tambah Romansyah.

Baca juga: Masjidil Haram Padat, Jemaah Haji Diimbau Batasi Ibadah Umrah

Warga menduga ada keterlibatan oknum aparat desa dan kepolisian dalam aktivitas PETI tersebut.

Massa mendesak penandatanganan kesepakatan bersama untuk menutup seluruh tambang ilegal.

“Kami minta Camat Tinombo Selatan hadir bersama para kepala desa untuk tandatangan,” tegasnya.

Desa yang diminta hadir yakni Tada Selatan, Tada Induk, Oncone Raya, Siluting, Tada Utara dan Poly.

Baca juga: Puncak Haji, 184 Ribu Jemaah Indonesia Telah Kantongi Kartu Nusuk

Menurut Romansyah, tuntutan ini demi menghargai aksi sebelumnya yang bahkan memakan korban jiwa.

“Jika tuntutan diabaikan, kami akan tutup akses jalan Trans Sulawesi,” ujar Romansyah tegas.

Baca juga: Gubernur Anwar Hafid Instruksikan Penanganan Cepat Banjir di Desa Wombo Kalonggo

Pantauan TribunPalu.com, aksi demonstrasi masih berlangsung di jalur Trans Sulawesi, Desa Tada Selatan.

Ratusan personel Polres Parimo tampak mengamankan jalannya aksi penolakan tambang ilegal tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved